Posted on December 29, 2012

Bangkok: Kota surga belanja

 

14734 Views | People like this:
Tweet about this on Twitter7Share on Facebook3Pin on Pinterest3Email this to someoneShare on Tumblr

Tagline Airasia “Everyone can fly” sepertinya banyak menjawab mimpi banyak orang yang ingin berlibur dengan biaya akomodasi yang terjangkau. Dengan penuh kesabaran di awal Februari tahun ini, akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket promo AirAsia tujuan Jakarta-Bangkok-Jakarta sebesar 1 Juta Rupiah / orang.

Penantian yang cukup lama dari pesan tiket di bulan Februari dan baru berangkat di awal November kemarin, saya pergunakan untuk menabung dan menahan hasrat saya untuk belanja di Jakarta.

Saya pergi bersama suami, anak saya yang berusia 2 tahun dan tante saya. Berhubung waktu itu cuma ada 1x jadwal penerbangan, jadi mau tak mau hari pertama sampai di Bangkok sudah malam sekitar jam 21.30-an. Kalau mau murah sebenarnya bisa naik taksi yang mangkal di bandara, namun berhubung antriannya sangat panjang dan saya membawa anak kecil, akhirnya kami memutuskan untuk pesan taksi dari bandara langsung (harganya bisa 2x lipat memang). Ya demi anak dan demi menghemat waktu juga.

Kesan pertama yang saya dapat, Bangkok ga beda jauh sama Jakarta, sama-sama macet, banyak jalan layang, banyak bangunan yang kurang terurus juga. Namun perbedaannya, jalan tol di Bangkok meskipun udah bayar lebih mahal, tapi ga ada macet hehehe.

Don Muang Airport

Don Muang Airport

Taksi camry dr bandara

Taksi camry dari bandara.

Yap, ga terasa sudah sekitar 35 menit perjalanan dari Bandara Don Mueang sampai juga di Baiyoke Boutique Hotel (Pratunam) tempat saya menginap. Sudah beberapa web pemesanan online saya perbandingkan, dan pilihan saya jatuh pada booking.com.

Daerah Pratunam dikenal juga sebagai pusat industri garmen. Jadi ga heran kalau dari pagi sampai malam yang berjualan pakaian bisa shift-shiftan.

Day 1: Mengunjungi Grand Palace is a must!

Grand Palace merupakan salah satu tempat wajib yang harus dikunjung bagi Anda yang pertama kali ke Bangkok. Tempat yang pernah menjadi pusat pemerintahan  dan kediaman Kerajaan Thailand ini, terkenal dengan kecantikan arsitektur dan ukiran khas Thailand.

Terletak di Na Phra Lan Road (Rattanakosin) Grand palace sangat mudah di jangkau dari seluruh pejuru kota Bangkok. Naik bis, naik tuktuk atau naik perahu, tapi kita pilih naik taksi karena lumayan cukup jauh dari Pratunam. Taksi disini kebanyakan tidak mau pakai argo, apalagi kalau mereka tahu kita ini turis, jadi harus pintar-pintar nawar juga yah.

grand palace dr luar jalanan Grand Palace Grand Palace Grand Palace

Untuk memasuki komplek Grand Palace, kita diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang sopan. Bagi perempuan dilarang mengenakan pakaian seksi. Dan juga harus menggunakan sepatu, kecuali bagi perempuan diijinkan mengenakan sendal /selop perempuan atau sepatu sendal.

Dengan membayar tiket masuk seharga 400 bath/orang (setara dengan Rp. 125.000), kita mendapatkan tiket yang berlaku untuk beberapa tempat, yaitu Emerald Budha Tample, Grand Palace, Vimanmek Mansion dan Abhisek Dusit Throne Hall. Oh iya sekedar tips, lebih baik datang kemari pagi hari sekitar jam 8.30 saja, soalnya kalau terlalu siang panasnya sangat menyengat.

Setelah mengunjungi Grand Palace, kami melanjutkan perjalanan untuk melihat Wat Pho atau yang lebih dikenal dengan nama The Temple of Reclining Budha atau Sleeping Budha. Letaknya gak jauh cuma harus menempuh jarak 5-10 menit jalan kaki kesana sambil menyusuri pedagang kaki lima di pesisir jalan. Tiket masuknya lebih murah dari Grand Palace yaitu 100 bath/orang dan sudah dapat 1 botol air mineral.

Wat Pho

Wat Pho

IMG_0097 Big Budha

Patung Budha tersebut memenuhi bangunan candi. Patung ini berukuran panjang 45 meter dengan tinggi 15 meter. Keseluruhan badannya terbuat dari plat emas, sementara bola matanya bertahtakan mutiara. Telapak kakinya berhiaskan 108 buah lambang keberuntungan China dan India.

Di dalam komplek kuil Wat Pho yang luasnya 80,000 meter persegi ini terdapat lebih dari 1,000 patung Budha.

Sudah puas berkeliling ke Grand Palace dan Wat Pho, kami menuju ke mall Terminal 21 untuk makan siang di MK Resto. Design Mall terminal 21 ini konsepnya seperti sebuah bandara dengan konsep tampilan masing-masing tiap lantai dari beberapa Negara berbeda. Buat para pecinta rumput laut, di mall ini ada Tae KoNoi Land yang menjual beraneka ragam rasa rumput laut dan banyak discount-nya loh.

Design Mall terminal 21 ini konsepnya seperti sebuah bandara dengan konsep tampilan masing-masing tiap lantai dari beberapa Negara berbeda.

Design Mall terminal 21 ini konsepnya seperti sebuah bandara dengan konsep tampilan masing-masing tiap lantai dari beberapa Negara berbeda.

Terminal 21 Terminal 21

Salah satu yang saya sangat suka sama Bangkok, transportasinya sudah sangat maju dan aksesnya juga mudah. Dari terminal 21 ada akses langsung untuk naik BTS (Bangkok Mass Transit System) menuju Siam Paragon. Harga tiket yang murah dan ga kenal macet, hanya sekitar 10 menit kami sudah tiba di Siam Paragon. Masyarakatnya juga sangat rapi dalam antri, dari mulai beli karcis BTS sampai masuk dan keluar ke dalam kereta sangat teratur sekali. I just imagine..kapan yah Jakarta ada transportasi kaya gini? Huhuhuhu..

Dari Siam Paragon, kami hanya perlu berjalan kaki menuju Siam Square untuk mengunjungi Madame Tussauds – sebuah museum lilin terkenal di London-Inggris, dengan cabang-cabang di beberapa kota besar di dunia. Museum ini pertama kali didirikan oleh pematung lilin bernama Marie Tussaud. Dan suatu kebanggaan buat warga Indonesia, patung lilin Presiden pertama kita Ir. Soekarno telah hadir di museum ini sejak September 2012 lalu.

It’s time to take a pic with your idol! Saya membeli tiket Madame Tussauds ini di sebuah travel yang membuka booth kecil di hotel tempat saya menginap.Dengan negosiasi yang cukup panjang, akhirnya saya dikenakan harga 1000 bath/orang untuk tiket masuk Madame Tussauds dan Siam Ocean World.

Madame Tussauds

Madame Tussauds.

Madame Tussauds Madame Tussauds

satu-satunya foto shanice di Madame Tussauds, karena tidaur sepanjang masuk.

satu-satunya foto shanice di Madame Tussauds, karena tidaur sepanjang masuk.

Madame Tussauds Madame Tussauds

Setelah puas berkeliling seharian, sudah saatnya makan malam. Somboon Seafood jadi pilihan kami. Menu andalan yang kami pesan Kepiting Kari, Sup Tom Yam dan Nasi Goreng Nanas. Rasanya benar-benar maknyusssss.

Somboon Seafood.

Somboon Seafood.

Day 2 : It’s time to shopping

Pagi hari kami sudah bersiap-siap untuk pergi ke Chatuchak Weekend Market. Sebuah pasar dengan sekitar 5.000 pedagang ini hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu saja. Berhubung tujuannya mau belanja, saya tidak foto-foto di sini. Fokus dikepala saya hanya belanja dan belanja hehehe. Kami naik AirportLink dari terminal di belakang hotel kami dan sambung BTS untuk sampai di Chatuchak.

siap-siap ke chatucak.

siap-siap ke chatucak.

Sekedar tips, sebaiknya dari pagi hari datang kemari agar tidak terlalu ramai pengunjungnya, kalau bisa bawa denahnya supaya Anda bisa menyusuri semuanya dan tidak kesasar. Bawa tas lebihan, kalau perlu yang modelnya seperti koper yang bisa ditarik, karena dijamain pasti Anda bakal kalap belanja di sini. Barang-barang dengan kualitas bagus dijual dengan harga yang menggiurkan. Apalagi Anda yang suka belanja barang-barang di Mangga Dua, dengan barang yang sama tapi Anda bisa dapat separuh harga di sini. Benar-benar surga belanjaaaa.

Barang antik di chatucak

Barang antik di chatucak.

Seandainya bisa teriak, mungkin kaki ini sudah teriak untuk minta istirahat hehehe. Setelah seharian kemarin dipaksa keliling pusat budaya, setengah hari ini dipakai untuk keliling Chatucak, saatnya untuk relaksasi mengembalikan kebugaran tubuh. Di dekat hotel kami menginap banyak terdapat tempat pijit, dan kami mencoba Thai Massage, pijit tradisional Thailand. Sensai pijat yang berbeda, dijamin enak dan wajib dicoba bila Anda ke sini.

Badan kembali bugar setelah dipijat, malam harinya kami pergi ke Big C (semacam supermarket seperti Carrefour dll) untuk membeli oleh-oleh. Kemudian makan malam di mall Central World, posisinya persis di seberang Big C ini. Mall yang sangat besar, dan banyak barang-barang branded disini. Ada satu toko tas yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, namanya Naraya. Merk ini cukup terkenal dan harganya juga ga terlalu mahal.

Central World

Central World

Dinner di Kalparuek Central World

Dinner di Kalparuek Central World

Pulang dari Central World dan jalanan masih macet juga, kami memilih naik tuk-tuk (kendaraan ciri khas Bangkok) menuju ke hotel. Bentuknya mirip seperti bajaj, pengemudinya juga hobi ngebut.Dan jangan heran, kadang harga naik tuk-tuk bisa lebih mahal daripada naik taksi. Meskipun terkesan tidak worthed, tapi ya salah satu yang wajib Anda coba juga bila pertama kali datang ke sini.

Day 3: Akhirnya hiburan untuk si kecil tiba

Kasian juga si Shanice belum ada hiburan untuknya dari kemarin. Mengawali hari terakhir di Bangkok, kami mengunjungi Siam Ocean World, sebuah aquarium terbesar di Asia Tenggara yang terdiri dari 2 lantai. Tiket yang kami beli dari tours sudah termasuk :

  1. Tiket masuk
  2. Tiket masuk bioskop 4D
  3. Tiket masuk Glass Bottom Boat

Di dalam Siam Ocean World, banyak sekali akuarium dengan isi bermacam-macam binatang laut.  Dilantai B1 aja, akuarium dikelompokan sebagai berikut:

  • Weird & Wonderful: Berisi berbagai binatang laut yang aneh
  • Deep Reef: Berisi bermacam-macam batu karang
  • Living Ocean: Berisi binatang yang menyerupai udang/lobster dengan ukuran yang jauh lebih besar dan lebih aneh.
  • Rain Forrest: Berisi binatang air yang hidup dalam hutan tropis
  • Rocky Shore: Berisi pinguin
  • Open Ocean: Berupa kolam besar dengan terowongan ditengahnya. Kita bisa melihat aneka hiu, ikan pari dan ikan besar lainnya yang berenang diatas kita.
  • Sea Jellies: Berisi berbagai ubur-ubur (jelly fish).

Semua informasi tentang ikan, dipampang dalam poster yang berada disamping akuarium. Sangat informatif dan terdiri dari 2 tulisan (Thai dan Inggris).

Siam Ocean World

Siam Ocean World

Siam Ocean World, Siam Ocean World, Siam Ocean World, Siam Ocean World,

Karena paket yang kami bayar sudah termasuk tiket naik Glass Bottom Boat, kami langsung antri di depan pintu. Kami diberikan rompi pelampung dan hanya antri sebentar lalu kami naik ke sebuah perahu yang lantai tengahnya berupa kaca. Satu perahu maksimal 6 orang penumpang dengan ditemani 1 guide. Kami mengelilingi akuarium besar, dimana dibawahnya terdapat terowongan yang dilalui pengunjung. Dengan lantai kaca, kami  bebas melihat ikan-ikan yang lalu lalang dibawah perahu. Guide terus mengingatkan penumpang perahu untuk tidak mencelupkan tangan ke dalam air. Karena dikolam ini terdapat hiu, ikan pari dan ikan besar-besar lainnya.

Saking luasnya tempat ini, Shanice puas banget hilir mudik di dalam melihat berbagai macam ikan. Ga usah takut kecapean, karena banyak kursi disepanjang lorong. Jadi kalo udah capek, cari kursi untuk leyeh-leyeh sejenak. Selain akuarium ada tempat bermain anak juga loh. Arena bermain anak usia 2 sampai 5 tahun yang berisi perosotan dan mandi bola.

Di dalam Siam Ocean World, ada beberapa pertunjukan yang bisa kita saksikan. Diantaranya:

  • Pemberian makan Hiu.
  • Pemberian makan Pinguin.
  • Pemberian makan Engle Ray.
  • Pemberian makan tikus laut dan berang-berang.

Yang lucunya, akuarium disana tidak hanya berupa sebuah ruangan yang dikelilingi kaca. Tetapi ada berbagai akuarium yang menggunakan benda-benda yang biasa kita temukan sehari-hari. Ada mobil, microwave, kulkas, tv, dan beberapa benda lain yang keliatannya biasa aja … tapi pas kita dekati, ternyata berisi ikan-ikan kecil yang lagi asyik berenang. Keren banget! idenya sangat menarik.

Di lantai B2, kita bisa masuk ke dalam terowongan seperti yang terdapat di Ocean World Ancol. Ada juga kolam dimana kita bisa menyentuh berbagai macam bintang laut dan kura-kura. Setelah selesai keliling, kami langsung menuju studio 4 dimensi. Di dalam studio kita menonton dengan menggunakan kacamata 3 dimensi, kursi yang dapat bergerak-gerak, kita juga bisa merasakan tiupan angin dan semburan air di sepanjang pemutaran film. Jadi kita seperti merasakan apa yang dialami tokoh utama dalam film. Shanice cukup ketakutan karena bunyi-bunyi suara yang dikeluarkan dari kursi memang agak menakutkan.

Setelah memanjakan Shanice dengan hiburannya, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Platinum Fashion Mall. Letaknya gak jauh dari Siam Paragon Mall. Kami naik taksi menuju ke sana.

Mall ini berisi berbagai macam barang fashion. Dari baju, jeans, tas sampai aksesoris dijual disini. Begitu sampai kami langsung menuju lantai paling atas, yaitu ke Food Court. Makanannya enak-enak banget dan terbilang murah.Sistemnya mirip kaya di Eat&Eat, kita harus membeli kartu dulu untuk mengisi saldonya, dan jika ada kelebihan bisa di tukarkan kembali kok.

Platinum Mall

Platinum Mall

Setelah selesai makan, kami turun kebawah meyusuri satu per satu lantai mall ini sambil liat-liat barang yang dijual. Baju wanita dewasa yang biasa di ITC Jakarta dijual dengan harga Rp 150.000 sampai Rp. 200.000,-, di sana cuma dijual THB 150 samapi 250 yang kalau di Rupiahkan, cuma Rp50.000 samapi Rp.75.000 saja. Gimana ga kalap belanja lagi tuh, huhuhuh. Belanja di sini sama di Chatuchak lebih nyaman di sini, karena ruangannya berAC, terus ga perlu nawar yang sampe ngotot, karena kebanyakan setiap toko sudah kasih harga grosir jika kita membeli lebih dari satu  pakaian.

Puas jalan-jalan, puas belanja, puas kulineran, and it’s time to go home. Selesai belanja di Platinum Mall kami langsung bergegas menuju ke hotel untuk mengambil barang bawaan kami yang dititip. Sedikit merapihkan hasil belajaan dari Platinummall, kami bergegas naik taksi menuju bandara untuk penerbangan jam 21.00 pm.

Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata di Bangkok yang patut di kunjungi. Sampai jumpa lagi Bangkok.

Tips

  • Jangan lupa bawa stroller, yg model buggy aj jadi ga terlalu berat and simple di buka tutupnya. Selain bisa buat si kecil tidur disaat waktunya jalan-jalan, strollernya juga bisa buat taruh barang belanjaan
  • Bawa cemilan kesukaan atau makanan cepat saji seperti abon untuk si kecil, karena anak biasanya agak susah menyesuaikan makanan di tempat yang baru.
  • Jangan kebanyakan bawa baju, karena disana Anda dipastikan belanja deh. Jadi prepare baju untuk 1-2 hari aj.
  • Sedia extra bag, buat bawa oleh2 atau hasil perburuan belanja.
  • Yang terakhir jangan lupa bawa perlengkapan obat2an buat si kecil yah.

 

 

written by:

Full time house wife and proud mom, running own photography business together with my hubby and traveling is a part of my life.
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

4 Responses to “Bangkok: Kota surga belanja”
  1. moi says:

    Sis mau tny utk 1th dan 2th 4bulan, masuk ocean world bayar atau free ya???

  2. devid says:

    Malem Sist,

    kalo dari daerah sukhumvit road (grand tower in hotel) tempat menarik deket situ mana aja yaa
    2nd time ke bangkok tapi lum sempet kemana2 euy
    tx infonya yaa

  3. indra says:

    Mbak mau tanya itu makan di sommbon seafood habis berapa ? Mahak nggak

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Recent Comments

Twitter update

WordPress Themes