Posted on January 26, 2013

Berpetualang Dengan Mobil Caravan di New Zealand

 

18899 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook48Pin on Pinterest0

Bayangan untuk bisa berpetualang menggunakan mobil Caravan sudah menjadi impian sejak masa kecilku. Akhirnya cita-cita itu tercapai ketika kami berlibur ke New Zealand (NZ) di awal Januari 2012 lalu.

Sebelum berangkat, persiapan yang kami lakukan adalah melakukan pemesanan mobil caravan (Campervan/Mobivan) dan lokasi berkemah (slot camp site) nya secara online. Banyak pilihan jenis dan kapasitas mobil caravan yang ditawarkan, kita bisa memilih sesuai keperluan dan budget yang tersedia. Penting untuk melakukan pemesanan slot camp site sebelum berangkat, karena musim panas adalah musim padat pengunjung atau peak season. Kami berlibur membawa 3 orang anak, termasuk si bungsu yang saat itu berusia 2 tahun, jadi kami memesan mobil caravan dengan kapasitas terbesar, yaitu cukup untuk 6 orang. Dan karena akan menyetir mobil caravan selama di NZ, maka suamiku juga mengurus SIM Internasional terlebih dahulu. Pengurusan SIM Internasional bisa dilakukan di Korlantas Cawang.

IMG_6076

Rute perjalanan juga sudah dirancang sebelumnya. Tidaklah terlalu rumit karena bisa dipelajari melalui browsing serta buku-buku wisata dan peta NZ. Rute disesuaikan dengan area yang ingin dikunjungi serta lama waktu liburan yang tersedia.  Karena hanya punya waktu berlibur 9 hari, maka kami putuskan untuk menjelajah wilayah NZ di sebagian South Island (Pulau Selatan) saja. Biarlah area lainnya dikunjungi dalam kesempatan liburan berikutnya.

Petualangan dengan mobil caravan dimulai dari bandara kota Christchurch NZ. Pihak operator mobil caravan menjemput kami di Bandara dan mengantarkan ke lokasi pool yang masih di wilayah bandara juga. Selain mobil caravan, juga bisa memesan peralatan-peralatan lainnya, seperti sepeda, tenda, dan berbagai jenis peralatan outdoor lainnya. Untuk memudahkan perjalanan kami memesan GPS dan sesuai regulasi NZ juga memesan carseat untuk si kecil. Mobil caravan sudah dilengkapi dengan peralatan tidur (bantal, seprai dan selimut), lemari es, peralatan memasak (oven dan kompor gas, penggorengan, panci, piring, mangkok, sendok/ garpu/pisau, gelas, dan sejenisnya), kran air dan bak cuci piring, serta toilet. Karena masih selera Indonesia, dari Jakarta kami juga membawa rice cooker kecil untuk menanak nasi. Petugas operator memberikan penjelasan lengkap dan buku panduan cara pengoperasian mobil caravan tersebut, termasuk pengisian suplai air dan listrik, serta cara pengurasan limbah.

Segera setelah serah terima mobil caravan, tujuan pertama kami adalah supermarket!  Susu, telur, daging, ayam, minyak goreng, beras, air minum, buah-buahan, cemilan, bahkan mie instan segera memenuhi lemari es dan lemari penyimpanan di mobil kami.  Petualangan dimulai!

IMG_6137

Hari sudah mulai gelap ketika kami sampai di lokasi berkemah (camp site) yang pertama, yaitu di Fairlie. Petugas camp meninggalkan amplop di depan kantornya untuk memberitahu nomor slot dan lokasi parkir mobil caravan yang telah kami pesan. Kalau menginap di hotel kita harus menuju kamar yang telah disediakan, maka dengan mobil caravan kita harus menuju slot parkir mobil caravan sesuai nomor tsb. Walau lokasi berkemah sangat luas, kita tidak bisa sesuka hati memilih lokasi untuk parkir, karena tiap slot parkir sudah dilengkapi dengan fasilitas pengisian listrik dan air tersendiri.

IMG_5899

mbl2  mbl1

mbl3

Lokasi berkemah juga dilengkapi dengan fasilitas umum/bersama, yaitu dapur, area barbeque, ruang makan, laundry, dan toilet.  Jadi walaupun mobil caravan juga dilengkapi dengan toilet yang cukup lengkap, kami lebih memilih untuk menggunakan toilet umum yang lebih besar, nyaman dan juga bersih. Bilik toilet nya juga banyak jadi tidak perlu khawatir harus antri. Toilet di mobil caravan hanya kami gunakan bila mendesak selama mobil sedang berjalan saja.  Lumayan mengurangi kerjaan menguras limbah.

Fairlie Camp site juga dilengkapi dengan taman yang sangat luas dengan pohon-pohon besar yang terawat rapi, meja-meja taman, serta area bermain anak yang cukup lengkap. Sayang kami hanya melewatkan satu malam disini karena segera melanjutkan perjalanan sesuai rute yang kami pilih.

1  2

3  4

5  6

Lokasi berkemah selanjutnya yang kami singgahi adalah di Queenstown dan Te Anau. Lokasi berkemah di Queenstown cukup dekat dengan lokasi Sky Line, taman burung (Bird Life) dan pusat keramaian kota, cukup berjalan kaki untuk menjangkau lokasi tersebut.  Sedangkan lokasi berkemah di Te Anau terletak di depan danau Te Anau.

7  8

Tidak perlu khawatir untuk salah jalan, karena petunjuk arah jalan cukup jelas dan banyak tersedia. Apalagi kami juga menggunakan GPS yang sangat membantu menentukan arah jalan, bahkan sampai persimpangan atau belokan jalan yang sangat kecil juga tergambar di peta GPS tersebut. Selama perjalanan di pulau Selatan NZ, terutama di luar area kota, hampir tidak pernah kami temui polisi atau lampu merah di tiap persimpangan jalan. Tetapi lalu lintasnya sangat tertib, mungkin karena tiap pengemudi sudah memahami peraturan untuk mendahulukan pengemudi yang dari arah kanan persimpangan.

Stasiun pengisian bahan bakar juga banyak tersedia, dan semuanya swalayan. Jadi kita mengisi sendiri baru kemudian membayar ke kasir yang ada di toko stasiun bahan bakar tersebut. Toko kecil tersebut juga biasanya menjual berbagai jenis makanan dan minuman serta kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Pemandangan dikiri kanan jalan di South Island sangat indah. Selalu disediakan petunjuk yang jelas di pinggir jalan bila beberapa ratus meter di depan akan ada area yang menarik untuk dilihat. New Zealand mempunyai penduduk asli dari suku Maori, maka banyak nama tempat yang menggunakan bahasa lokal tersebut. Yang cukup unik adalah mereka memberi nama untuk tiap aliran sungai bahkan yang tampaknya hanyalah seperti parit atau sungai kecil. Di sepanjang perjalanan kami sangat sering berpapasan dengan pengunjung lainnya yang juga menggunakan mobil caravan, bersepeda, dan bahkan dengan rombongan Harley Davidson.  Beberapa diantaranya juga sambil menarik mobil pembawa speedboat atau jet ski.

IMG_6267  IMG_7106

Pemerintah NZ juga menyediakan banyak tempat untuk menepi atau parkir di sekitar spot-spot menarik di sepanjang jalan, sehingga kita tidak perlu khawatir untuk meminggirkan mobil caravan yang cukup besar tersebut untuk turun sebentar menikmati pemandangan dan berfoto. Mobil caravan juga dilengkapi kaca-kaca yang lebar, jadi saya tetap bisa memuaskan diri memotret pemandangan indah tersebut walau mobil tetap berjalan.

New Zealand yang berada di belahan Selatan Bumi mengalami siklus musim yang berlawanan dengan Negara-negara di belahan Utara. Januari adalah musim panas di NZ.  Berjalan-jalan saat musim panas mempunyai keuntungan tersendiri karena waktu terang/siang lebih panjang, jadi bisa lebih banyak waktu untuk menikmati pemandangan sebelum gelap. Musim panas di NZ bagi warga Indonesia yang sudah terbiasa panas sepanjang tahun tidaklah terasa panas, masih lebih dingin dibanding Jakarta. Musim panas juga menyuguhkan pemandangan bunga-bunga liar warna ungu, pink, dan kuning yang sangat indah dan terhampar luas di kiri kanan jalan. Tetapi karena New Zealand sangat dekat dengan kutub selatan, maka kita juga tetap bisa melihat salju dan gletser di puncak-puncak pegunungan, khususnya di Mount Cook atau Aoraki dalam bahasa Maori, dan bisa bermain dengan bongkahan es yang masih tersisa di musim panas itu.

IMG_6192  IMG_6157

9  IMG_7140

Selain lokasi berkemah yang dilengkapi fasilitas lengkap dan bisa kita pesan melalui online, banyak juga tersedia lokasi berkemah umum yang tampaknya gratis. Lokasi berkemah umum tersebut juga dilengkapi toilet modern yang bersih, serta meja-meja piknik.  Salah satunya adalah di lokasi Mirror lake.

10  11

Ada juga wilayah umum dimana mobil caravan dilarang untuk menginap/ bermalam, misalnya di area taman di pinggir danau Wakatipu di kota Queenstown, ada papan pemberitahuan yang terpampang jelas berisi larangan tersebut.

Berlibur menggunakan mobil caravan seperti ini selain memberikan pengalaman berbeda dibanding menginap di hotel, juga banyak memberi manfaat lainnya. Antara lain kerjasama dan kekompakan dalam keluarga. Anak sulungku bertugas menjadi pendamping ayahnya memberesi mobil caravan, yaitu mengisi air dan listrik serta menguras limbah dan menjadi navigator sepanjang perjalanan. Gadis cantikku antara lain membantu menemani si bungsu bila ibu nya masih asyik praktek jepret foto kiri kanan sepanjang perjalanan. Sang ayah selain menjadi supir, juga jadi rajin membantu urusan memasak. Khususnya menyiapkan barbeque daging New Zealand yang lezat.

IMG_7100  12

Urusan barang bawaan juga tidak merepotkan, karena semua koper tetap ada dalam mobil selama dalam perjalanan. Tidak perlu bolak-balik dikemasi setiap ganti lokasi menginap. Dan bila melihat ada lokasi disepanjang perjalanan yang cantik untuk difoto, padahal anak-anak masih mengantuk atau tertidur, maka saya dan suami juga tidak khawatir menepikan mobil untuk keluar sebentar sementara anak-anak bisa tetap terlelap atau beristirahat.

13  14

IMG_6637

Pada hari terakhir di Te Anau, karena mengejar jadwal penerbangan kembali ke Jakarta, maka kami berangkat saat hari masih gelap/subuh. Tidak perlu segera membangunkan anak-anak dan mengemasi koper, cukup suamiku yang segera bersiap-siap dan menjalankan mobil caravan. Anak-anak tetap tertidur nyenyak sampai kami berhenti di lokasi-lokasi menarik yang memang sudah dirancang akan dikunjungi dalam perjalanan kembali ke Christchurch tersebut. Rute perjalanan dari dan ke Christchurch sengaja kami atur melalui rute yang berbeda agar sebanyak mungkin lokasi menarik dapat kami singgahi.

Lokasi pengembalian mobil caravan bisa disepakati dengan pihak operator. Selain dapat dikembalikan di pool awal, juga dapat dikembalikan di pool lainnya di kota lain di New Zealand. Jadi tidak perlu khawatir untuk merancang rute perjalanan menuju kota atau pulau yang berbeda dengan lokasi kedatangan kita.

Pengalaman berpetualang tersebut sangat berkesan bagi kami sekeluarga dan menyisakan mimpi untuk juga bisa jalan-jalan menikmati keindahan alam Indonesia dengan fasilitas lokasi berkemah dan mobil caravan yang aman dan nyaman seperti di NZ ini. Semoga =)

15

 

 

 

written by:

Mom of 3 amazing kids, enjoy professional life as pharmacist & pharmacologist, and lots of dream...
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

13 Responses to “Berpetualang Dengan Mobil Caravan di New Zealand”
  1. Hong says:

    Senang sekali ketemu cerita ini, kami Des nanti juga akan keliling NZ by campervan, kami ber 8 ( 2 keluarga) , jadi 4 dewasa dan 4 anak2, bagaimana kondisi cuaca di sana sekitar bulan Des-Jan ? Apakah kami perlu sediakan baju2 tebal ? atau cukup yg tipis2 saja ya ?

    Apakah di Campervan ada tersedia magic jar ( maklum anak2 harus tetap makan nasi ) he he he

    Minta sharingnya ya … :)

    • Evi Zulkarnain says:

      Hai Hong, sorry ya baru bisa balas, sedikit ada problem utk view dan reply commentmu. Desember- January itu musim panas di NZ, jadi dinginnya cuma kayak di Puncak. Cukup perlu bawa sweater, bagus jg yg ada kupluk/topinya utk kurangi kena angin pas naik kapal atau pinggir danau/fiord atau pantai. Selebihnya baju normal kayak di Jakarta aja. Kami bawa sendiri rice cooker yg kecil, krn tidak disediakan di caravan. Kalo beras, mie, dll banyak dijual di foodstore disana. Kami bawa juga sambal botolan/sachet dan susu bubuk untuk si bungsu. Jangan lupa declare ya pas di imigrasinya biar lancar. Asyik…selamat berlibur yaaa…

  2. Effi says:

    Dear Evi,
    Wah ini pengalaman dengan caravan luar biasa dan sangat menyenangkan, pemandangannya NZ ini juga luar biasa. Kami sangat berminat untuk mengikuti traveling ini…..nanti kami minta advisnya yaa… Salam

  3. yopi ahmad says:

    Bu Evi, sy ada rencana mau coba petualangan dgn mobile caravan, bln Januari 2015. Sy brsama 3 anak dan seorang istri. Klw gak keberatan, sy dan istri mau ketemu, krn mau tanya2 lebih detil, krn klw jadi, ini adalah prjalanan pertama kami dgn “cara lain”. Sy termasuk org yg gak bisa terlalu spekulasi utk sebuah perjalanan spt itu, tp kepengen banget terwujud. Tks. Klw kami berdua bisa bertemu ibu dlm wkt dekat ink. Tks. Yopi n Risa

  4. ros says:

    Hai Bu Evi..salam kenal ya..thx bt tulisannya..sangat membantu krn awal mei thn depan saya n teman2 (ber7) akan brgkt ke NZ selama 14hari. Krn kami org dewasa semua n bbrp bertubuh montok hehhe maka kami berencana msg2 hanya membawa koper cabin size. So hrs sesedkt mgkn bj yg kami bawa..utk itu kami berencana memakai fasilitas laundry di setiap campsite..yg mau saya tanya pd Evi..hrskah kami membawa sabun cuci sendiri atau sdh disediakan? detergen/liquid? Kmdn apkh ada tmpt utk menjemur baju? Jika diruangan terbuka begitu apkh tdk hilang? Apakah setiap makanan yg kita bawa hrs dideclair? Dmkn pertanyaan2 saya..Terimaksh ya bu Evi..

  5. Evi Zulkarnain says:

    Hai Pak Yopi dan Bu Risa, hp saya 0818122418 silakan kontak ya.

  6. Evi Zulkarnain says:

    Hai Bu Ros…. wah seru nya rencana jalan bareng teman-teman. Bulan Mei berarti sudah musim gugur hampir winter yaaa… sebaiknya bawa jaket tebal. Dan biar nggak berat cukup 1 jaket dengan aksesoris scarf aja yg cukup, jd tetap tampak beda2 saat difoto 😊
    Sebaiknya hindari nyuci Bu, daripada ribet mengeringkannya dan bau klo kurang kering. Kecuali kotor sekali. Saya tdk pernah cuci baju selama di jalan jadi nggak cek detail kondisi laundry nya. Semua makanan harus di declare daripada bermasalah. Nggak ribet kok dan malah lebih pendek antriannya. Selamat jalan2 Bu Ros!

  7. Monika Tanu says:

    Dear Mbak Evi,
    Thanks a lot sharingnya! Kebetulan lagi cari info juga soal jalan sendiri bawa anak2 ke NZ… Would love to be in touch with you, talk to you soon, boleh kontak ke nomernya juga ya ;)

  8. weeni says:

    Hai Bu, saya berencana ke nz bisa tolong dibantu jalurnya. Saya berencana sewa mobil bukan caravan. Saya bawa ibu saya (71 thn) jd saya batasi berkendaran 1 hari klau bisa 5 jam. Saya ingin ke mt cook, lake pukaki, queenstown, milford sound. Biisa Ibu bantu rutenya?

    • Evi Zulkarnain says:

      Hallo Bu Weeni, waaah senangnya mau jalan2 ke NZ Bareng ibunya. saya asumsi Bu Weeni sampai di NZ lewat bandara Christchurch ya dan sewa mobil di kota ini. Utk ukur lama perjalanan antar lokasi bisa check di: http://www.newzealand.com/id/travel-times-and-distances-calculator/
      Dari Christchurch ke Aoraki/Mount Cook itu 331 km dengan perkiraan berkendara 3 jam 56 menit. Lake Pukaki akan ikut dilewati dalam perjalanan tsb. Aoraki to Queenstown itu 264 km sekitar 3 jam 4 menit. Nah, Bu Weeni bisa cek sehingga berkendara bisa diatur sesuai target waktu. Milford Sound bisa ditempuh 3 jam 51 menit dari Queenstownn, tapi waktu itu kami menginap di Te Anau jg jd lebih dekat yaitu 1 jam 48 menit ke Milford. Selamat atur rute perjalanan ya Bu.

  9. Rifky says:

    Hai evi,

    Setelah membaca artikelnya yang menarik ini, bolehkah saya meminta kontak anda? Untuk kepentingan bisnis yang berhubungan dengan wisata di New Zealand. Terimakasih.

  10. Sri Redjeki says:

    boleh minta info lanjut tentang naik caraan ini? kami group manula berencana untuk ke NZ tahun depan, naik caravan dll.
    Terima kasih kalau bersedia di hubungi.
    Regards:
    sri redjeki

Send author a message

 

Top 10 New Destinations
    WordPress database error Table './k9446643_wp1/wp_adrotate_stats' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed for query SELECT SUM(`clicks`) as `clicks`, SUM(`impressions`) as `impressions` FROM `wp_adrotate_stats` WHERE `ad` = 7 AND `thetime` >= '1376041080' AND `thetime` <= '1522620000' GROUP BY `ad` ASC; made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/main/single-mydestinationtype.php'), adrotate_ad, adrotate_filter_schedule, adrotate_stats
  • Taiwan (1)
  • Saudi Arabia (1)
  • Swiss (1)
  • Norwegia (1)
  • Iceland (1)
  • Israel (1)
  • Italy (1)
  • Turkey (5)
  • Austria (1)
  • German (1)

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes