Posted on October 8, 2012

Cerita Pendek untuk Trip Singkat ke Makassar

 

10043 Views | People like this:
Tweet about this on Twitter5Share on Facebook11Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr

Halo. Sudah lama nih tidak nulis pengalaman jalan-jalan. Pas baca cerita Undiscover Hidden Paradise punya Nanda Gupta, jadi ingin berbagi cerita saat berkunjung ke wilayah tengah Indonesia, Makassar (Sulawesi Selatan).

Pilihan penerbangan dari Jakarta ke Makassar yang paling umum dipakai adalah Garuda Indonesia atau Lion Air (Air Asia sepertinya belum melayani jalur penerbangan ke Makassar sepertinya)

Kesan pertama saat tiba di Makassar adalah, Bandara Udara Hasanuddin sekarang sudah jauh lebih bagus daripada dahulu, kala masih bernama Mandai. Lebih bersih dan teratur.

Bandara Udara Hasanuddin sekarang sudah jauh lebih bagus daripada dahulu kala masih bernama Mandai. Lebih bersih dan teratur.

Berhubung letak bandara yang jauh dari kota, jadi tersedia beragam taksi. Tapi jangan kaget ya, hampir semua taksi di bandara ini menerapkan argo tembak alias harga ditentukan oleh sang supir tanpa menggunakan argo. Kalau di kotanya sendiri sudah bisa ditemukan taksi ber-argo.

Pilihan penginapan sebaiknya dekat Pantai Losari

Ok, sekarang pilihan penginapan. Jangan takut. Di sini banyak pilihan. Mulai dari kelas mahal sampai wisma banyak tersedia, bisa dilihat di tripadvisor.co.id

Buat yang ingin menginap di dekat pantai Losari (pantai yang terkenal di Makassar) bisa memilih Hotel Aryaduta Makassar, Hotel Pantai Gapura Makassar, Losari Beach Hotel atau Hotel Makassar Golden.

Ada juga hotel bagus lainya seperti Clarion Hotel & Convention Makassar dan lain lain. Namun sebaiknya cari yang dekat dengan pantai Losari agar tidak jauh kemana-mana. Naik becak juga bayarnya tidak mahal karena dekat. Selain itu, pantai Losari boleh dikatakan kawasan kuliner yang ok.

Hari pertama, kunjungi Fort Rotterdam

Hari pertama kemana ya? Nah, jika menginap di seputaran pantai Losari, tidak usah kuatir jika waktu liburan pendek. Di sini banyak tempat wisata yang saling berdekatan. Pilihan pertama tentunya mengunjungi Fort Rotterdam atau dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang. Ini adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang terletak di pinggir pantai sebelah barat kota. Bentuknya mirip penyu. Menurut cerita, bentuk penyu sesuai dengan filosofi masyarakat Makassar yang hidup di darat tapi juga berjaya di lautan.

Lalu apa yang bisa dilakukan di Fort Rotterdam?

Banyak. Selain menikmati pemandangan retro yang cocok untuk berfoto, di kompleks Benteng juga ada museum tentang kota Makassar. Menarik untuk dikunjungi. Oh iya, jangan lewatkan untuk mampir ke sebuah penjara bawah tanah yang dahulu digunakan untuk menyekap Pangeran Diponegoro saat diasingkan ke Makassar. Tampatnya gelap, sempit dan pengap.

Kompleks Fort Rotterdam

Pilihan makan siang yang saling berdekatan
Setelah mengunjungi Fort Rotterdam, kini (mungkin) saatnya perut memberi signal tanda makan siang. Di area sini banyak terdapat tempat makan yang ok dan dekat. Di depan Fort Rotterdam kita bisa sejenak meneguk segarnya es kelapa yang disajikan beberapa kedai kecil.

Untuk mencoba masakan laut, di sini juga dekat. Selain itu, beberapa santapan yang sebaiknya dicoba adalah, Coto Makassar, Es Pisang Ijo, Sop Konro Karebosi, Pallubasa dan Pangsit mie yang tersaji dalam ukuran besar (ada yang halal dan ada yang tidak).

Lanjut ke Trans Studio Mall hingga malam
Jika urusan perut sudah diselesaikan dengan sukses, kini saatnya lanjut ke skenario perjalanan berikut. Tentunya mengunjungi Trans Studio Mall.

Trans Studio Mall adalah tujuan wisata kuliner terlengkap, selain menjadi tujuan wisata hiburan.

Di sini tempatnya untuk bermain, berbelanja ataupun berkuliner. Pokoknya lengkap. Untuk hari pertama, kunjungan di sini (mungkin) menjadi kegiatan terakhir. Menghabiskan waktu hingga malam akan tidak terasa, sebelum kembali ke hotel.

Hari Kedua, saatnya keluar kota Makassar

Berbeda dengan hari pertama dimana masih lelah, di hari kedua ini tentunya tenaga sudah pulih dan semangat berlipat. Sekarang saatnya mengunjungi tempat wisata di Makassar yang lebih dahsyat. Ada beberapa yang patut dicoba, seperti:

 

Pulau Kayangan
Sebuah pulau bulat berpasir putih yang letaknya dekat dengan kota Makassar dan jadi salah satu destinasi wisata yang belakangan ramai dikunjungi. Pulaunya lumayan eksotis dan asyik untuk berenang-renang sambil menikmati keindahan pantai. Di sini juga menyediakan tempat penginapan loh.

Sebuah pulau bulat berpasir putih yang letaknya dekat dengan kota Makassar

 

Pulau Samalona
Pulau kecil nan indah di Selat Makassar tepatnya berjarak sekitar 2 km dari kota. Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dan memerlukan waktu tempuh tidak lebih dari 30 menit.  Di pulau ini kita bisa lihat bangkai kapal perang yang digunakan pada masa perang dunia kedua.

Pulau kecil nan indah di Selat Makassar tepatnya berjarak sekitar 2 km dari kota (photo by besttravelpictures.com)

 

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Di lokasi ekowisata ini bisa menikmati segarnya air terjun, menikmati keindahan unik dari goa-goa dengan stalaknit dan stalakmit yang indah, dan koleksi beragam jenis kupu-kupu.

Keindahan alam di dalam taman nasional

Hari terakhir, menyisir Jl. Sumbo Opu, Pusat Souvenir

Nah, jika waktu wisata di kota makassar sudah akan berakhir, kunjungi jl. Sumbo Opu untuk membeli buah tangan. Di sepanjang jalan ini terdapat beraneka ragam toko yang menyediakan hasil kerajinan khas Makassar, seperti perhiasan emas dan perak, sarung sutera, snack, pakaian, dan alat-alat musik. Sebagai informasi, kualitas emas yang dijual di sini terbaik di Indonesia loh.

Pusat Souvenir Somba Opu (photo by visitmakassar.net)

 

Yup, inilah sedikit informasi jika ingin mengunjungi kota Makassar, kota yang juga disebut sebagai gerbang menuju Indonesia Timur. Kalau ada hal lain yang terlewat, tolong ditambahkan di bawah ya.

Ah, ada satu lagi. Ke Makassar jangan lupa membawa payung dan topi. Soalnya panas dan terik menyengat sampai ke kalbu.

Sampai berjumpa di cerita jalan-jalan berikut.

 

 

 

written by:

A Web Designer, an Email Marketer, an Editor and a Traveling Freelancer.
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

4 Responses to “Cerita Pendek untuk Trip Singkat ke Makassar”
  1. striamia says:

    gan, bisa kasih budged planya ga? agan abis brp itu?
    penginapan kira2 brp gan untuk 3 hari diwisma aja yg murah :)

    • halo striamia ,

      untuk badget ga terlalu mahal, relatif bisa nanti diatur2 sendiri :)

      untuk penerbangan sekarang banyak apalagi Airasia sudah buka jalur penerbagan ke Makassar (400 sd 600 rb an) bisa lebih mura kalau ada promo http://www.airasia.com

      Untuk penginapan

      rate 650rb an bisa pilih http://www.qualityplazahotelmakassar.com
      rate 400rb an bisa pilih d’Bugis Ocean Hotel atau losari Metro (http:/www.losarihotels.co.id)

      Kalau saran sih, mending di d’Bugis Ocean Hotel (dekat RS Stella Maris makassar) Gedungnya masih baru soalnya :) … lihat review di tripadvisor http://bit.ly/UZgaFK

      semoga info ini bermanfaat :)

  2. Silvia says:

    Hai gan,

    Mau tanya, budget hotel di sekitar pantai losari apa aja ya?
    Kalau mau ke obyek wisata pulau, atau ke taman nasional, harus sewa mobil ya?
    Kira-kira biaya naik perahu ke pulau tersebut berapa ya?

    Tq.

  3. HAJI JASMANI HAJI ABDUL MURAD says:

    Berapa jam penerbangan dari singapura ka maccasar

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Recent Comments

Twitter update

WordPress Themes