Posted on November 27, 2012

Kobe dalam Sehari dengan Walking Tour

 

5860 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook3Pin on Pinterest0

Jika Anda dan keluarga kebetulan berada di Kobe dan hanya mempunyai waktu singkat, atau Anda berada di Osaka atau Kyoto, tulisan berikut adalah sedikit panduan bagaimana Anda dapat menjelajahi Kobe dalam waktu sehari.

Kobe adalah salah satu kota besar di Jepang dan merupakan salah satu kota pelabuhan utama. Kotanya merentang memanjang dari Barat ke Timur. Sedangkan di Selatan adalah pelabuhan laut dan di Utaranya adalah Gunung Rokko.

Kota pelabuhan ini menjadi kota Iinternational dan pluralis dengan dibukanya pelabuhan Kobe untuk kapal-kapal asing pada tahun 1868. Tidak heran di sini banyak terdapat peninggalan berupa gedung kolonial dan juga Masjid, Sinagog, Sikh Temple, Pecinan dan kebudayaan-kebudayaan barat. Sebagai persiapan Anda dapat mengunduh peta Kobe di feel-kobe.jp

peta Kobe

Kobe dapat dicapai dengan mudah dengan Shinkansen (Japanese Bullet Train) dari Tokyo (2 jam 50 menit, turun di Shin-Kobe Station), atau dari stasiun JR Osaka atau JR Shin-Osaka, atau dr Stasiun Namba – Osaka dengan Hansyin Train. Kereta akan berangkat beberapa menit sekali (45 menit – Sannomiya Station).

Kemudian mulailah penjelajahan Anda dari stasiun Sannomiya, sebagai titik sentral kota Kobe. Jika Anda turun di Shin-Kobe, lanjutkan dengan subway ke Sannomiya. Carilah pusat informasi. Anda bisa dapatkan beberapa booklet mengenai Kobe dengan kupon diskon (worth it) dan walking tour map. Di peta ini Anda diberikan pilihan untuk menjelajahi Kobe dengan berjalan kaki, dan rutenya sesuai dengan minat Anda.

Rute Walking Tour:

  1. Historical Walking Tour
  2. Old Foreign Settlement
  3. Museum Tour
  4. Shop Till You Drop
  5. Kobe Pluralist Faith
  6. Nunobiki Waterfall Hiking

Saya sendiri memilih gabungan antara rute 2 dan 3 karena saling berhimpitan. Dalam rute ini pula terdapat butik-butik dari rumah mode kenamaan kelas dunia.

Sebelum memutuskan untuk memulai rute, ada baiknya Anda mengenal Kobe dari ketinggian, yaitu melalui Observation Lobby, Municipality Building/City Hall. Ini adalah awal dari rute 2 dan 3.

Untuk mencapai Observation Lobby, Municipality Building/City Hall, Anda berjalanlah lurus dari Central Gate Sannomita Stasiun ke arah gedung tinggi menjulang berwarna biru. Patokannya, Sogo Depsto berada di kiri Anda. Setelah memasuki lobby gedung, naiklah dengan elevator ke lantai 25.

The View: Observation Lobby, Municipality Building/City Hall

Dari lobby berjendela kaca, Anda dapat melihat ke seluruh arah kota Kobe. Laut, pelabuhan, kota dan pegunungan. Free of charge.

Higashi Yuenchi Park

Turun dari observation lobby, tepat di samping gedung ini terdapat taman yang cukup luas dengan pohon dan tanaman yang tertata apik.

Higashi Yuenchi Park

Juga terdapat banyak terdapat patung-patung seni. Salah satunya adalah patung Marina, patung berwarna emas berupa seorang gadis yang membawa sebuah jam yang tampak rusak dan tidak berfungsi. Jarum jamnya menunjukan waktu 05.46. Ceritanya, patung ini roboh ketika gempa besar (7.3 pada skala richter) melanda Kobe pada 17 Januari 1995, menelan korban sebanyak 6,433 jiwa dan membuat lebih dari 300,000 penduduk homeless.

Robohnya patung juga merusakkan jam yang dibawanya. Waktu yang ditunjukkan jam tersebut adalah 05.46 am. Sehingga kemudian waktu itulah yang dijadikan patokan (saat tepat) terjadinya gempa. Gempa besar ini dikenal dengan nama the Great Hanshin-Awaji Earthquake. Sekarang Kobe sudah pulih seperti sedia kala.

This statue titled Marina and produced by Yuki Shintani in 1976 was knocked down to the ground at 5:46am on January 17, 1995, when a massive earthquake hit Kobe. It has become one of the memorials located in Higashi-Yuenchi, a park facing the City Hall, where a candle vigil takes place every year.

Harap diingat, rata-rata orang Jepang berjalan kaki dengan cepat. Sehingga tanpa sadar Anda akan mengikuti cara berjalan mereka. Saya sarankan untuk berjalan sesuai dengan kemampuan, sehingga tenaga Anda tidak cepat habis. Beristirahatlah jika lelah. Banyak terdapat restoran dan kafe-kafe kecil sepanjang perjalanan untuk beristirahat sambil menikmati kudapan atau makan siang.

Sangat disarankan untuk memulai penjelajahan sepagi mungkin, agar Anda dapat menikmati banyak tempat tujuan dengan masa beristirahat yang cukup.

Setelah makan siang saya masih punya banyak waktu untuk berjalan-jalan. Tujuan saya berikutnya adalah:

Nunobiki Herb Park (by Rope Way)

Selain dari rute yang sudah tersedia, saya memilih untuk mencoba naik cable car atau di Kobe dikenal dengan nama Rope Way. Dari Shin-Osaka stasiun, anda harus berjalan 5 menit ke rope way stasion yang berada di samping Hotel Crown Plaza.

Rope way ini menuju Nunobiki Herb Garden dan berada di Gunung Rokko. Tamannya sendiri menyajikan berbagai macam tanaman dan bunga. Tiket pulang pergi adalah JPY 1.200, dengan kupon diskon menjadi JPY 1.020.

Sungguhlah pengalaman yang luar biasa menegangkan sekaligus mencengangkan. Anda akan menaiki cable car yang bergantung dan mendaki ke atas, sehingga kota Kobe dan pelabuhan hanya terlihat samar dan digantikan oleh pemandangan hutan dan pegunungan.

Shin-Kobe Ropeway.

Selain di Nunobiki sebagai perhentian terakhir, Anda dapat turun di Stop 1, kemudian menikmati taman bunga serta berjalan-jalan di sekitarnya. Atau bahkan menikmati makanan dan minuman di restoran berupa rumah kaca yang dikenal sebagai Mint Restaurant. Selain makanannya yang lezat, pemandangannya sungguh indah.

Anda bisa mengambil alternatif jalan pulang dengan sebagian dari rute 6 walking tour, jika Anda masih cukup kuat: Dari Stop 1, lanjutkan dengan berjalan kaki hingga Shin-Kobe. Anda akan melewati 4 air terjun On-Daki, Meteo-Daki, Tsuzumi-ga-Daki dan Men-Daki, serta bendungan kuno Gohonmatsu Dam.

Nunobiki Falls – Kobe

Bersiaplah dengan pakaian dan sepatu yang cocok untuk trekking di alam pegunungan. Jalan setapak yang disediakan sangatlah baik, begitu pun papan petunjuk.

The Earthquake Memorial Museum

Musium ini berlokasi di HAT Kobe, sebuah kawasan baru yang sedang dikembangkan. Museum ini dicapai dengan 10 menit berjalan dari subway Iwaya Station (Hanshin Main Line – 4 menit dari Sannomiya Station) atau 15 menit berjalan kaki dari Nada Station (JR Kobe Line – 3 menit dari Sannomiya Station).

Museum (dibuka pada tahun 2000) ini untuk memperingati tragedi besar serta untuk memberikan pengetahuan kepada pengunjung bagaimana mengantisipasi gempa. Dalam museum ada teater dengan layar besar yang memperlihatkan dampak gempa. Sangat realistik. Juga diorama, film dokumenter mengenai pemulihan, serta simulasi gempa. Anda akan merasakan apa yang penduduk Kobe rasakan pada pagi hari di tanggal 17 Januari 1995.

The Earthquake Memorial Museum

Di luar museum juga diperlihatkan beberapa lokasi dan monumen gempa.

Jika masih ada waktu tersisa, Anda bisa pakai berbelanja di sekitar Sannomiya atau untuk menikmati Kobe beef yang sangat terkenal. Hanya saja harap diingat bahwa per porsinya adalah sekitar JPY 10.000 – finger licking good, budget-busting expensive!

Sannomiya is the central business district of Kobe with many department stores, shopping centers and speciality shop.

Selamat berlibur.

 

 

written by:

Ordinary guy. Mixed Oceanian-Asian Single Male. Love travelling and talk over coffee cups. Into history, culture, monarchy and movie.
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Our Top 10 Authors

  • WordPress database error Table './k9446643_wp1/wp_adrotate_stats' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed for query SELECT SUM(`clicks`) as `clicks`, SUM(`impressions`) as `impressions` FROM `wp_adrotate_stats` WHERE `ad` = 7 AND `thetime` >= '1376041080' AND `thetime` <= '1522620000' GROUP BY `ad` ASC; made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/main/single-mydestinationtype.php'), adrotate_ad, adrotate_filter_schedule, adrotate_stats
  • Yunita Suw
  • Rio Lecatompessy
  • Moza Pramita
  • Libur Keluarga
  • Wendy Soeweno
  • Misty Dian
  • Nanda Gupta
  • Cisca Becker
  • TJ Saksono
  • Vidi Nurcholis

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes