Posted on November 26, 2012

Menjelajah Kyoto dalam Sehari

 

11908 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook12Pin on Pinterest0

Buat Anda yang berada di Jepang tapi tidak punya waktu banyak, Kyoto adalah destinasi yang tepat buat Anda dan keluarga. Kyoto dapat dicapai dengan cepat, baik dari kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka maupun Kobe.

Jika dari Tokyo, dengan Shinkansen (Japanese Bullet Train) hanya dibutuhkan waktu 2 jam, atau bisa pula dengan overnight train.

The Shinkansen, also known as the “Bullet Train”

Jika dari Kobe atau Osaka, banyak jaringan kereta yang bisa Anda gunakan. Rata-rata hampir setiap 10 menit. Waktu tempuh dari Osaka adalah sekitar 30 menit, sedangkan dari Kobe sekitar 1 jam. Jika Anda membawa banyak barang bawaan, jangan khawatir, banyak tersedia locker sewa yang aman di Stasiun Sentral Kyoto (Kyoto Central Station). Sehingga Anda cukup membawa seperlunya saja.

Kyoto sangat terkenal akan keindahan serta peninggalan masa lalu sebagai kota utama di Jepang dan ibukota Kekaisaran Jepang lebih dari seabad lamanya (sebelum akhirnya dipindahkan ke Tokyo pada tahun 1869). Sebagai kota dengan 17 Unesco World Heritage Site, Kyoto sungguhlah mudah dijelajahi, baik dengan berjalan kaki, jaringan subway maupun jaringan bus kota. Sesuaikan kunjungan dengan jadwal Anda. Untuk mudahnya, kunjungan diawali dari Stasiun Sentral Kyoto.

Fushimi Inari Taisha

Inilah tujuan pertama karena untuk penjelajahan sehari, Fushimi Inari adalah tujuan yang paling jauh. Tempat ini terletak tepat di luar JR Nara Line – Inari Station. Dan hanya 5 menit perjalanan dari Stasiun Sentral Kyoto. Atau hanya berjalan sebentar dari Keihan Electric Railway Main Line Fushimi-Inari Station.

Fushimi Inari (nama Inari diambil dari nama gunung Inari, Inari sendiri artinya adalah God of Rice) adalah tempat pemujaan (shrine) utama di Jepang dengan lebih dari 32.000 tempat pemujaan yang menjadi cabangnya.

A walking path leads through a tunnel of torii gates

A giant torii gate in front of the Romon Gate at the shrine’s entrance

Sejak awal kebudayaan Jepang, Inari dipercaya memberi tuah untuk kemakmuran, sehingga banyak saudagar dan perusahaan yang memujanya, bahkan kemudian memberikan donasi berupa Torii (semacam gerbang ala Jepang).

Ninomaru Garden dan Nijo Castle

Kastil ini terletak di pusat kota Kyoto. Dari Stasiun Sentral, Anda bisa naik bus dengan tujuan bus stop Nijojo-mae (atau dengan subway dengan tujuan subway station Nijojo-mae).

Nijo Castle was built in 1603 as the Kyoto residence of Tokugawa Ieyasu, the first shogun of the Edo Period (1603-1867)

Ninomaru Garden

Kastil dan taman ini adalah highlight kunjungan di kota Kyoto karena dibangun oleh shogun jaman Tokugawa dan dijadikan tempat tinggal mereka. Banyak keunikan kastil ini. Yang paling terkenal adalah lantai kayu yang akan berdecit seperti suara burung (konon kabarnya berfungsi sebagai alarm untuk mengetahui keberadaan ninja yang masuk)

Kinkaku-ji Temple

Bus stop terdekat adalah Kinkakuji-michi atau Kinkakuji-mae (Rute bus no. 12 dan 59). Kuil berlapis emas ini termasuk tujuan paling populer. Kinkaku-ji dibangun sebagai tempat peristirahatan Shogun Ashikaga Yoshimitsu pada abad ke-14 yang kemudian oleh anaknya diubah kegunaannya menjadi tempat pemujaan.

Kinkakuji is a Zen temple in northern Kyoto whose top two floors are completely covered in gold leaf

The fishing deck and a small islet at the rear of the pavilion.

Kinkakuji dikelilingi oleh taman luas yang indah. Pada saat Bulan November pohon berwarna warni yang mengelilingi kuil. Sungguhlah sangat indah dan kontras dengan warna emas. Apalagi bayangan yang terpantul di danau.

Kiyomizu Temple

Bus stop terdekat adalah Kiyomizu-michi (Rute bus no.100, 202, 206, 207) Lokasi yang juga populer ini terletak di ketinggian pegunungan, sehingga Anda dapat melihat kota Kyoto. Selain itu, hutan kecil yang terdapat di sekitar kuil sangat indah. Highlight dari kompleks kuil ini adalah gedung utama yang ditunjang oleh ratusan pilar kayu. Tampak sangat kuno.

Kiyomizu-dera in autumn

Jalan dari bus stop menuju kompleks kuil ini dipenuhi oleh toko suvenir dan restoran. Jika dibandingkan dengan Tokyo, suvenir di sini jauh lebih murah.

Sesuai dengan penuturan warga setempat, Kyoto termasuk jauh dari laut sehingga makanan / masakan olahan laut agak susah didapat. Oleh karena itu orang Kyoto harus dapat mengolah makanan setempat (yang bukan hasil laut) sama enaknya dengan makanan lainnya. Ini saya buktikan dengan mencicipi bakpau isi kacang merah atau ubinya. Luar biasa enaknya. Oishiiii des. Andapun harus mencobanya.

Jika Anda masih mempunyai waktu cukup untuk menjelajahi Kyoto, ada beberapa tujuan yang dapat dicapai dengan berjalan kaki ataupun dengan subway. Beberapa tempat yang dipilih di sini mungkin bisa jadi pilihan Anda dari sekian banyak tujuan di Kyoto.

Nishi Honganji

15 menit berjalan kaki dari stasiun sentral. Ini adalah salah satu warisan budaya dunia.

Nishi Honganji’s Goeido (left) and Amidado (right)

Bangunan ini didirikan pada tahun 1600-an dan merupakan pusat dari aliran Hongaji dalam agama Buddha Jodo.

Higashi Honganji

5 menit berjalan kaki dari stasiun sentral. Gedung utama Higashi Honganji adalah salah satu dari struktur bangunan kayu terbesar di dunia dan dapat menampung 5.000 orang.

Higashi Honganji (East Honganji) was built only eleven years after and a few street blocks east of Nishi Honganji as the head temple of the Otani faction of Jodo-shin Buddhism.

Bangunan ini merupakan pusat dari aliran Shinju dalam agama Buddha. Yang paling menarik dari temple ini adalah tambang yang terbuat benar-benar dari rambut manusia.

Shosei-en Garden

Terletak di depan Higashi Hongan-ji. Taman dengan kolam yang indah dibangun atas permintaan dari Pangeran Minamoto no Toru dalam era Tokugawa.

A small Japanese garden named Shoseien is located another few street blocks east of Higashi Honganji and serves as a detached temple residence of Higashi Honganji.

Today, the garden with its pond and beautiful autumn colors is open to the public.

Kyoto International Manga Museum

Hanya 1 menit berjalan kaki dari subway Karasuma Oike (tutup pada hari Rabu). Gedung bekas sekolah dasar ini memuat lebih dari 300.000 terbitan yang terkait dengan manga dari jaman Meiji sampai dengan saat ini. Selain itu, juga terdapat lebih dari 50.000 volume manga baik dalam bahasa Jepang maupun dalam bahasa lainnya di dunia. Semuanya ditata dalam “Wall of Manga” dalam satu lorong. Luar biasa.

The Kyoto International Manga Museum is located in Nakagyō-ku, Kyoto, Japan. The building housing the museum is the former Tatsuike Elementary School. The museum opened on November 25, 2006.

Kyoto International Manga Museum

Shishinden, Kyoto Imperial Palace

Sekitar 5-10 menit berjalan kaki dari subway Imadegawa. Ini adalah istana Kaisar Jepang di Kyoto, sehingga ada beberapa bagian yang tidak boleh dimasuki pengunjung. Paling tidak, di sebagian besar kompleks istana ini Anda bisa merasakan bagaimana rasanya tinggal di istana Kaisar.

Kyoto Imperial Palace

Sento Imperial Palace

Di dalam kompleks istana kekaisaran ini terdapat pula Sento Imperial Palace, dimana keluarga Kaisar Jepang saat ini tingal pada saat mereka berada di Kyoto.

The Museum of Kyoto

Lokasi bus stop terdekat: Shijo Karasuma. Sedangkan subway: Karasuma Oike. Musium ini menyajikan berbagai artefak kuno. Yang paling menarik terutama keramiknya. Bagaimana mereka bisa menyimpan keramik-keramik tersebut ribuan tahun lamanya.

Kyoto National Museum

Tips

Selain Anda dapat berjalan kaki dan merancang kunjungan ke lokasi sesuai keinginan Anda, ada juga pilihan untuk menikmati Kyoto dengan lebih praktis. Scheduled Tour bus akan membawa Anda berkelililing Kota Kyoto dan mempersilahkan Anda untuk menikmati pemandangan di Kinkaku-ji dan Kiyomizu Temple. Waktu tour adalah 2,5 sampai 3 jam tergantung keadaan lalu lintas. Dengan biaya JPY 3.400, tour ini menyediakan audio dalam bahasa Inggris dan seluruh tiket masuk. Letak bus tur adalah di terminal bus, tepat di depan Kyoto Central Station.

Harap ingat, kebudayaan Jepang sangatlah tepat waktu, jadi jika Anda terlambat kembali ke bus, kemungkinan besar Anda akan ditinggal.

Selain itu pemandangan yang didapat saat di Jepang sangat tergantung pada musim. Tinggal Anda pilih, pohon beraneka warna pada saat musim gugur, bunga sakura pada musim semi, hijaunya daun dan mekarnya bunga pada musim panas atau salju indah pada musim dingin.

Rata-rata lokasi dibuka pada pukul 8.30 dan ditutup pada pukul 17.00. Sedangkan untuk masuk ke lokasi, ada yang tidak dikenakan biaya dan ada yang dikenakan biaya masuk (JPY200-600 perorang)

Selamat berlibur :)

 

 

written by:

Ordinary guy. Mixed Oceanian-Asian Single Male. Love travelling and talk over coffee cups. Into history, culture, monarchy and movie.
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Our Top 10 Authors

  • WordPress database error Table './k9446643_wp1/wp_adrotate_stats' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed for query SELECT SUM(`clicks`) as `clicks`, SUM(`impressions`) as `impressions` FROM `wp_adrotate_stats` WHERE `ad` = 7 AND `thetime` >= '1376041080' AND `thetime` <= '1522620000' GROUP BY `ad` ASC; made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/main/single-mydestinationtype.php'), adrotate_ad, adrotate_filter_schedule, adrotate_stats
  • Yunita Suw
  • Rio Lecatompessy
  • Moza Pramita
  • Libur Keluarga
  • Wendy Soeweno
  • Misty Dian
  • Nanda Gupta
  • Cisca Becker
  • TJ Saksono
  • Vidi Nurcholis

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes