Science Center Singapore. Seru dan Bikin Pintar.

2
402

Liburan bersama anak-anak ke Singapore, is always a good idea. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, dan banyaknya pilihan tempat-tempat kids friendly, membuat Singapura menjadi salah satu destinasi liburan andalan saya dan keluarga.

Maka dari itulah kami sekeluarga memutuskan untuk kembali jalan-jalan quick weekend getaway trip ke Singapore belum lama ini. Namun kali ini, kami mencoba destinasi yang belum pernah kami datangi sebelumnya: Science Centre Singapore! Saya dapat info dari beberapa teman, tempat ini menyediakan berbagai kegiatan dan fasilitas seru yang pasti disukai anak-anak, khususnya jika si kecil adalah pecinta science. Kebetulan anak-anak saya menyukai segala hal berbau science, jadi saya pikir pas nih!

Saat browsing, saya mendapati bahwa ternyata pas di sebelah Science Centre Singapore juga ada Snow City, arena bermain salju indoor terbesar di Singapore. Langsung kami putuskan untuk menggabungkan dua spot ini dalam agenda satu hari, biar sekalian kami seharian di Jurong East, daerah dimana Snow City dan Science Centre berada.
Dan ternyata, anak-anak saya: Lilou (6 tahun) dan Pippa (3 tahun) senang sekali loh bermain di dua tempat ini! Disini saya ceritakan ya pengalaman kami disana, siapa tahu bisa menjadi referensi bagi anda yang hendak berlibur bersama keluarga ke Singapura juga.

SNOW CITY

Dari pertama kali memasuki gedung Snow City, kami langsung berpapasan dengan rombongan anak-anak lokal Singapura yang semuanya mengenakan kostum winter, full! Mereka juga sedang menenteng alat-alat ski mereka. Saya berpikir, “Wah serius juga nih main saljunya ya”. Ternyata disini memang disediakan course main ski dan snowboard. Untungnya banyak pilihan lain yang lebih santai yang bisa diambil oleh kita-kita yang tidak berencana untuk belajar ski demi liburan berikut ke Alpen, Swiss. Kita bisa sekedar main salju di area Arctic Snow Playground, meihat replika rumah Eskimo, atau meluncur menuruni bukit salju sepanjang 60 meter setinggi 3 lantai meggunakan ban karet besar. Lilou langsung semangat!

Setelah memperlihatkan tiket di area reception (kami sudah membeli tiket duluan secara online, harga bermain 1 jam adalah S$ 18, untuk 2 jam S$ 28) kami diarahkan ke tempat peminjaman kostum main salju, dimana kami bisa meminjam jaket tebal anti salju, sepatu boots salju, sarung tangan, dan helm untuk anak-anak. Semuanya dalam kondisi baik kok, dan tersedia dalam berbagai ukuran, yang bisa dicoba dulu sebelumnya untuk memastikan ukurannnya pas. Setelah itu kami masuk ke bagian dalam gedung yang berisi salju buatan tempat semua permainan berada. Beneran loh, begitu kami masuk langsung terasa hawa dingin dibawah 0 derajat celcius, sampai hembusan napas kamipun mengeluarkan asap! Tanpa menunggu berlama-lama, Lilou dan Pippa langsung bermain-main salju (buatan sih, tapi sungguh menyerupai salju asli) di area playground.

Senang sekali mereka bisa memegang dan melempar salju dan rebahan diatas salju. Jujur, sayapun juga ikut girang sih, ajaib banget rasanya di Singapura yang panas ini saya bisa main salju. Serunya lagi, anak-anak juga bisa belajar mengenai hewan-hewan yang hidup di daerah Kutub, mengenai Aurora Borealis, dan juga mengenai global warming. Very educational.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by cisca becker (@ciscabecker) on

Tapi tentunya highlight di Snow City bagi Lilou adalah tube sliding, meluncur menggunakan ban, menuruni bukit salju buatan setinggi 60 meter. Bolak balik dia naik turun bukit menggunakan ban dan tiap meluncur turun dengan kencang dia pasti tertawa senang, a pure joyful laugh ☺

 

View this post on Instagram

 

A post shared by cisca becker (@ciscabecker) on

Setelah waktu bermain selesai, kamipun menanggalkan kostum winter kami dan bersiap untuk berjalan kaki menuju tujuan utama kami hari itu, Science Centre.

Beberapa tips dari kami supaya bisa main salju di Snow City dengan nyaman :

  1. Pastikan semua memakai atau membawa kaos kaki.
  2. Pakailah baju yang tertutup.
  3. Pakai celana.
  4. Suhu yang sangat dingin dan area yang dipenuhi salju dan es membuat Snow City tidak cocok untuk tempat bermain anak-anak yang terlalu kecil. Pippa yang usianya 3,5 tahun sih menikmati sekali main salju dan lihat patung-patung es, tapi harus dijagain banget karena mudah terpeleset dan sarung tangannya jatuh terus.

Science Center Singapore

Saat masih berada di luar gedung Science Centre Singapore, kami melewati area “Kinetic Garden”, dimana permainan-permainan yang hadir disitu menjadi pembuktian dari prinsip atau mekanisme gerak yang berdasarkan teori-teori dasar ilmu pengetahuan pasti. Kalau anak-anak sih langsung happy bermain-main di area outdoor ini. Mereka langsung menyatakan “wah fun ya tempat ini Mama!”. Nah bagus, itu salah satu tujuan saya mengajak mereka kesini, untuk memperlihatkan bahwa “science is fun”.

Begitu memasuki area entrance Science Centre Singapore (akan saya singkat SCS), kami terus merasakan vibe “fun” dari tempat ini. Interior yang berwarna-warni dan banyak instalasi interaktif tersebar di seluruh area yang membuat anak-anak langsung betah bermain-main sembari membuktikan prinsip-prinsip science dibaliknya.

Berbekal info dari Visitor Services mengenai jadwal kegiatan, keterangan tentang area-area dari SCS, dan eksebisi spesial yang sedang berlangung, kami langsung mulai mengeksplor pusat ilmu pengetahuan yang sudah berdiri hampir 40 tahun lamanya ini. Sama seperti Snow City, kami juga sudah membeli tiketnya secara online (dewasa S$12, anak-anak S$8), jadi tanpa mengantri di loket tiket kami langsung masuk. Untung deh, hari itu ramai juga soalnya. Sayang juga kalau waktu terbuang untuk mengantri, karena CSC ini luas sekali, butuh waktu banyak supaya puas menjelajahinya!

Saat kami datang, sedang berlangsung dua eksebisi seru dimulai dari area entrance gallery: The Mind’s Eye (mengenai ilusi optik dan persepsi), dan “Professor Crackkit’s Light Fantastic – a Mirror Maze Experience”. Eksebisi Mind’s Eye keren banget, banyak instalasinya yang menunjukkan bagaimana apa yang kita lihat tidak selalu sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Wahana Mirror Maze juga seru, jadi semacam rumah cermin dimana kita harus mencari jalan keluar diantara maze yang terdiri dari 105 cermin yang diatur dalam area seluas 270m2 (Mirror Maze terbesar di Asia!) dan dipenuhi dengan efek-efek cahaya dan hologram. Di satu titik kita bisa menemukan sebuah infinity tunnel, dimana didalamnya kita bisa melihat bayangan diri kita sendiri dengan jumlah tak terhitung, infinity reflections. Super trippy!

Kami lalu melanjutkan jalan-jalan menuju area permanen dimana banyak instalasi interaktif yang menjelaskan prinsip fisika dan matematika sederhana, juga mengenai fenomena alam seperti medan listrik, gravitasi, angin, dan sebagainya. Ada satu area khusus yang memberikan penjelasan mengenai sosok-sosok ilmuwan terkenal, seperti Isaac Newton dan Francis Bacon.

Kami juga sempat menyaksikan eksperimen Tesla (ilmuwan terkenal yang menciptakan model arus listrik yang digunakan dalam dunia modern saat ini) di area atrium, seru sekali melihat kilatan listrik ribuan watt di depan mata, dan juga agak deg-degan, tapi kami diyakinkan oleh staff SCS kalau semuanya aman.
Tapi yang menjadi bagian favorit anak-anak saya adalah saat kita memasuki area khusus eksebisi “Butterfly’s Garden”. Saat masuk, pertama kami diberikan penjelasan mengenai proses metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu, dengan replika ulat, kepompong, dan kupu-kupu berukuran raksasa.

Juga ada pojok dimana anak-anak bisa belajar origami membuat kupu-kupu kertas.

Lalu kami melangkah keluar, dimana dalam area outdoor berukuran kecil dengan penuh tanaman hijau itu kami disambut banyak sekali kupu-kupu beterbangan. Benar-benar Butterfly’s Garden! Disini anak-anak bisa melihat kupu-kupu dari dekat, dan bahkan bisa menyaksikan mereka saat sedang makan. Disediakan satu papan dipenuhi potongan-potongan jeruk dimana puluhan kupu-kupu bertengger tenang diatas potongan jeruk tersebut sambil makan. Seumur hidup baru sekali ini saya melihat kupu-kupu yang diam tenang dan terlihat jelas kecantikannya seperti ini!

Anak-anak juga dibekali kaca pembesar untuk melihat lebih dekat kupu-kupu di depan mereka. Benar-benar gayanya kayak peneliti deh!

Salah satu atraksi yang diandalkan di SCS ini adalah Omni Theater, suatu bioskop dengan dome screen besar dimana kita bisa menyaksikan film-film documenter seputar ilmu pengetahuan, yang tentunya disajikan dengan menarik. Karena sudah diberitahu jadwal tayang filmnya, kamipun segera bergegas kesana saat waktu menunjukkan jam tayang sudah dekat. Sengaja kami mengambil show terakhir, agar kami bisa menutup kegiatan kami di SCS dengan agenda nonton di Omni Theater.

Di hari tersebut, film yang sedang tayang berjudul “Space Next”, sebuah film dokumenter tentang eksplorasi luar angkasa yang dipenuhi dengan footage-footage bersejarah dari keberhasilan ekplorasi manusia menjelajahi luar angkasa, hingga gambar-gambar spesial efek yang mengkhayalkan seperti apa kelanjutan eksplorasi manusia keluar angkasa nantinya. Keren banget loh menyaksikan gambar kemegahan alam semesta di layar raksasa Omni Theater ini! Anak-anak happy melihat visual di depan mata, saya happy karena akhirnya bisa duduk, hahaha. Lumayanlah, kurang lebih 40 menit durasi filmnya.

Seusai film ini, kamipun bergerak keluar untuk menyudahi petualangan kami di SCS hari ini. Semua senang dan tidak bisa berhenti berbicara mengenai segala hal seru yang dilihat, dan juga pengetahuan baru yang didapatkan. Pengalaman pertama yang sangat menyenangkan, dan pastinya tidak akan menjadi pengalaman terakhir!

Beberapa tips dari kami untuk bermain ke Science Centre Singapore:

  • Untuk menuju Science Centre bisa menggunakan bus nomor 66, 178, 198, 335, semuanya berhenti pas di depan gedungnya.
  • Kalau naik MRT, turun di Jurong East Station (East West Line), lalu ambil Exit D
  • Saya sendiri karena membawa 2 anak dan 1 bayi, memutuskan untuk naik taksi kesini, begitupun pulangnya. Dari hotel saya di Havelock Road argonya 12-18 dolar.
  • Science Centre Singapore ini adalah tujuan yang cukup populer untuk orang-orang lokal, jadi biasanya selalu ramai, terlebih saat weekend. Supaya tidak perlu lama mengantri, seperti yang sudah saya ceritakan diatas, saya sudah membeli tiket masuk secara online. Kalau saya belinya via klook.com, karena beli disini tiketnya tidak bertanggal jadi bisa dipakai kapan saja. Tahu sendiri kan, kalau liburan keluarga kadang-kadang rencana bisa berubah, jadi fleksibilitas adalah KOENTJI.
  • Begitu masuk ke dalam gedung, mampirlah dulu ke Visitor Centre untuk mengetahui eksebisi dan jadwal pertunjukan spesial, supaya tidak melewatkan suguhan menarik di hari tersebut.
  • Cek juga terkadang untuk eksebisi atau atraksi khusus, ada admission charge yang terpisah dari harga tiket masuk SCS. Pastikan anda sudah membawa masuk semua tiket dari atraksi atau eksebisi yang anda ingin lihat, supaya tidak bolak-balik nantinya.
  • Sediakan waktu seharian supaya puas bermain disini, karena areanya cukup luas, mencakup area outdoor (dimana juga terdapat waterpark, silahkan bawa perlengkapan berenang jika hendak bermain disini) dan area eksebisi indoor. Apalagi jika anda juga ingin memasukkan agenda Snow City ke dalam agenda.

Selamat bersenang-senang di Singapore yah!

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.