Amazing India’s Trip for Mommies

0
2701
Qutub Minar

Senang akhirnya bisa menginjakkan kaki di India. Siapa yang tidak kenal the Incredible India? Negara dengan populasi ke-2 terbanyak di dunia. Negara yang menjadi sejarahnya nenek moyang dunia. Namun, adakah yang tahu, India dahulu merupakan salah satu tempat penyebaran agama Islam pertama, yaitu sejak abad ke-1. Adakah yang tahu, India berbagi garis perbatasan dengan Indonesia. That’s why I was so glad, finally got the chance to taste India, via New Delhi.



Sudah datang jauh-jauh ke India, rasanya kurang pas kalau tidak mengunjungi Taj Mahal. Keagungan Taj Mahal telah termasyhur ke seantero dunia. Ia menjadi salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi di India. Bangunan bergaya arsitektur Hindu-Islam yang didirikan pada abad ke-17 ini sejatinya adalah sebuah makam.

Taj Mahal dibangun oleh Sultan Jehan atau Shah Jahan (1614-1666) sebagai persembahan cintanya kepada mendiang sang istri terkasih, Arjumand, yang selalu disebutnya Mumtaz Mahal (Istana Pilihan). Meskipun Mumtaz istri kedua (versi lain menyebutkan ia istri kelima), namun ia adalah istri kesayangan Sultan. Mumtaz meninggal dunia setelah melahirkan putra ke-14. Sultan sangat berduka-cita sepeninggalnya. Untuk mengenang dan mengabadikan rasa cintanya kepada Mumtaz, ia kemudian membangun monumen indah dan megah itu.

Beautiful patterns made from precious stones - Taj Mahal wall
Beautiful patterns made from precious stones – Taj Mahal wall
Taj Mahal Garden View
Taj Mahal Garden View
The amazing Taj Mahal
The amazing Taj Mahal

Satu lagi tempat wisata yang wajib dikunjungi lainnya adalah Qutub Minar. Letaknya kira-kira 15 km ke arah Selatan kota New Delhi terdapat bangunan yang bernama Qutub Minar dengan gaya arsitektur dari Afganistan. Bangunan ini terbuat dari batu berwarna merah dan kekuning-kuningan. Qutub Minar Termasuk menara tertinggi di India dengan diameter 14.32 m pada bagian dasar sedangkan diameter bagian atasnya 2.25 m dan tingginya sekitar 72.5 m. Sebenarnya Qutub Minar berada dalam satu kompleks yang biasa disebut Qutb Complex yang merupakan bangunan Muslim pertama di India. Komplek itu termasuk ke dalam UNESCO World Heritage Site.

Qutub Minar
Qutub Minar

Saya tidak meluangkan banyak waktu di New Delhi, karena tujuan utama keberadaan saya disana adalah menghadiri konferensi bertaraf internasional, yaitu World Breastfeeding Conference Desember 2012. Namun, beberapa hari yang saya lewatkan selama di New Delhi, meninggalkan kesan dan pelajaran yang mendalam.

Selama di New Delhi, bersama sahabat-sahabat dari Indonesia dan seluruh delegasi South East Asia, kami tinggal di sebuah guest house, the Likir House. A simple house, yet very neat. Terletak di kawasan yang agak jauh dari tengah kota, sekitar 20 menit by taxi, yaitu Lajpat Nagar. Area ini cukup luas, sehingga ketika awal kedatangan saya pun, diperlukan beberapa waktu untuk mencari area Lajpat Nagar 2. Mungkin karena saya tiba tengah malam, jadi agak sulit melihat nama jalan, yang hanya terpaut angka.

Likir House
Likir House

Tinggal 3 malam di Likir House berasa seperti di rumah. Karena suasananya memang nyaman dan so homey. Ukurannya tidak meluas ke samping, namun keatas, sampai 4 tingkat. Lantai bawah yang terletak di bawah tanah merupakan markas bagi empunya, yaitu 3 Tibetian ladies. Mungkin mereka merantau dan menetap untuk menjalankan bisnis. Anyway, saya lanjut. Lantai 1 adalah lobbi dan pintu masuk utama. Nah lantai 1,5nya ada ruangan kecil yang mereka gunakan sebagai kantor. Lantai 2 dan 3 penuh dengan kamar berukuran 3x4m, cukup untuk 2 orang, plus kamar mandi air hangat! Lantai 4 adalah pent-house yang berukuran lebih besar, pas untuk keluarga kecil yang membawa anak-anak.

Dengan mudah me-recognize Likir house, karena rumah itu adalah satu-satunya yang memiliki pagar dan ornament bambu. Jika saja cuaca tidak terlalu dingin, nikmat rasanya menyeruput teh India di beranda luar dekat pintu masuk. Tiap paginya kami di-serve toast with butter and jam, egg as per-request. Not to forget, hot coffee or tea with milk. Likir House juga full wifi, jadi setiap sebelum berangkat ke arena konferens, saya dan teman-teman pasti menyempatkan menyapa keluarga dan anak-anak lewat skype. Dan satu lagi, host dengan senang hati membantu memanggilkan taksi, dan ketika taksi sudah datang, supir akan membunyikan bel, dan kita semua pun berhamburan keluar untuk masuk ke dalam taksi.

Thali, typical indian meal
Thali, typical Indian meal
Veggies Kebab
Veggies Kebab

Oh iya, hampir aja lupa, Likir House juga dekat dengan pasar Lajpat Nagar, 10 menit by walking. Jadi 15-20 menit deh kalau orang Indonesia yang jarang jalan kaki. Hihihihi… tapi jangan khawatir, ada becak India yang bisa membawa kita pulang dan pergi hanya dengan 50 rupee (equal to almost 10ribu rupiah). Di pasar tersebut, kita bisa beli barang-barang dari yang bagus dan berkualiatas, tentu konsekuensinya, harga sedikit mahal. Ada pula barang-barang yang murah meriah. Nah yang kayak gini pas untuk oleh-oleh. Wah bisa ga terasa waktu kalau muter-muter di pasar ini dan bela-beli. Tiba-tiba pasar sudah mau tutup, baru kita pulang, hehehehe..

Beautiful Ornaments
Beautiful Ornaments

Nah hasil perburuan belanja lumayan nih. Dengan 2 sahabat saya yang sudah 2 hari duluan dari saya, sehingga mereka sudah tahu tempat-tempat untuk belanja. Salah satunya di toko Rajasthan. Disana, saya beli pashmina dan rok panjang tentu dengan motif dan warna yang India banget. Belikan ibunda taplak meja, beserta pasangannya berupa bungkus bantal sofa. Warnanya merah marun penuh dengan kaca dan manik-manis khas Indihe. TIdak lupa juga baju lucu untuk anak dan para keponakan. Duh milihnya lamaaa, karena semuanya unyu! Nah untuk oleh-oleh keluarga dan kerabat lain, saya pilihkan pashmina ukuran sedang dan pernak pernih seperti gelang, anting dan kalung. Mata saya benar-benar tidak berkedip saat melihat jejeran gelang-gelang berwarna keemasan, perak, dan bronze. Bingung memilihnya, ambil semua saja. Gelang yang dijual berkelompok (dipakainya juga bertumpuk) itu harganya tidak lebih dari 100 rupee. Murah meriah kan? Puas dengan hasil belanjaan, saya pun melenggang tersenyum. Belanja yang semalaman itu pun berhasil penuhin koper :D

Menyenangkan bisa berbagi kehangatan dan tawa di Likir House. Menyenangkan bisa merasakan sejuknya semilir dingin bulan Desember di Delhi. Menyenangkan bisa merayakan selebrasi bersama teman-teman terkasih dengan masyarakat India yang ramah dan berjiwa penolong.

Will absolutely come back!

Diba – 20121217

Courtesy photo by : Mia Susanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.