Advertise with us!

Find us on Facebook

Berburu kuliner di kota Solo: Seperti Masih Kurang 4 Sendok

16362 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook54Pin on Pinterest0

Kosongkan perut untuk berburu kuliner di kota Solo. Kalau perlu diet dulu 2 minggu sebelumnya demi menikmati nikmat nya makanan khas Solo.

Perjalanan pesawat dari Jakarta menuju Solo hanya 35 menit dengan Garuda Indonesia – yang menyediakan 5 penerbangan setiap harinya.

Petualangan dimulai saat sarapan

Saya selalu memilih pesawat pagi hari karena petualangan kuliner di mulai saat sarapan.

Pilihan pertama  saya adalah Soto Triwindu. Soto daging dengan campuran jeroan dan gorengan lain yang di sajikan langsung dari bakul sang peracik.

Kemeriahan makan di Soto Triwindu bukan sekedar tambahan cabai dan kerupuk saja. Coba tambahkan Perkedel, Sate Kulit, Sate Kerang, Sate Telor dan serangkaian camilan lainnya. Dijamin satu porsi tidak bakalan cukup.

Pilihan yang lainnya:
Soto Gading, Timlo Solo, Bakso Alex atau Bakso Kalilarangan.

Pilihan menu Makan siang

Sambil menanti makan siang dan kalau perut masih cukup silahkan nikmati Semar Mendem dengan kuah santan (juruh), Sosis Solo, Lupis Mento.

Pilihan menu Makan siang adalah Nasi Liwet Gudeg Adem Ayem. Kompilt yaa. Nasinya liwet ditambahkan gudeg Solo yang tidak sama dengan gudeg Jogja. Si krecek kulit sapi yang super pedas jangan sampai di lewatkan. Jangan lupa untuk memesan minum teh pekat ala Jawa untuk menutup santapan. Orang Jawa umumnya menyukai teh yang nasgitel, alias panas legi kental.

Pilihan lainnya silahkan coba:
Bestek Solo dan Sup Makaroni di Kusuma Sari, Pecel Ndeso Selat Solo, Tahu Kupat Telor, Nasi Garang Asem, Sop Buntut, Nasi Semur Lidah, Tengkleng Rusuk Sapi, Soto Kwali dan Sate Buntel Daging Kambing.

Makan malam di Solo menunya lebih dashyat lagi

Sebagai pecinta Mie, saya tidak sabar menanti matahari terbenam. Karena itulah waktunya para pemilik tenda makanan kaki lima membuka dagangannya.

Tenda milik ibu Prawiro di daerah Sraten menjadi pilihan saya untuk menyantap hidangan Mie Godog Solo yang isinya cacahan sayur, ampela-ati dan tambahan bumbu Lada yang membuat saya bersin tak henti. Di tambahkan potongan cabe rawit, rasanya hidangan ini bisa diresepkan para dokter untuk pasiennya yang sering sakit Flu.

Rata rata porsi makanan di Solo cukup besar jadi selalu pesan 1/2 porsi saja. Itu pun masih bisa dibagi.

Kenapa harus dibagi?
Karena saya masih menyiapkan perut untuk menu selanjutnya.

Pernah denger nama menu Sate Kere? Kere artinya Miskin atau hidup susah. Hidangan sate ini bukan menggunakan daging ayam, namun berbahan Gembus (ampas tahu). Itulah alasan mengapa makanan ini dinamakan Sate Kere.  Selain ampas tahu, ada juga usus, gajih, kulit, jeroan.  Namun pilihan saya tetap di Sate Gembus saja. Jadi secara logika saya jauh lebih sehat dong? Karena tidak berlemak.

Pasangan Sate Kere adalah Cabuk Rambak (Irisan tipis ketupat ditambah bumbu wijen, kelapa dan sedikit bumbu kacang) yang tersaji bersama kerupuk Rambak. Rasanya gurih bikin Nagih!

Makanan menggugah selera bahkan ada yang baru buka jam 1 pagi

Solo menyebut dirinya sebagai Kota yang tak pernah Tidur! Makanan menggugah selera bahkan ada yang baru buka jam 1 pagi. Coba mampir ke Gudeg Ceker Margoyudan.

Menu gudeg di sajikan dengan bubur panas berkuah santan ditambah dengan tumpukan ceker ayam lepas tulang. Ceker ini tidak perlu digigit tapi hanya perlu dihisap hingga tinggal tulangnya saja.

Satu porsi rasanya kurang memenuhi rasa nikmat mengunyah si ceker ayam.

Menurut para pecinta kuliner ada ramuan khusus disetiap porsi makanan atau jajanan di Solo yaitu, dari segi porsi tidak pernah besar dan membuat rasa ingin terus tambah, seperti masih kurang 4 sendok. Walau sebenarnya kapasitas perut sudah cukup.

Hal itulah yang membuat jajanan Solo bikin ketagihan. Selamat menikmati.



written by:

Founder of liburkeluarga.

The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

3 Responses to “Berburu kuliner di kota Solo: Seperti Masih Kurang 4 Sendok”
  1. Ayu Husodo says:

    Satu lagi mbak Moza, ada selat mbak Lies, ini selat segar ala Solo, lokasinya di daerah Serengan, ditengah perkampungan, dimana kita harus memarkir mobil diujung gang lalu jalan kaki ke lokasi.

    Selatnya memang segar, ditambah interior rumah makan yang lain dari yang lain -saya ngga tahu musti digolongkan apa interior ini krn menggabungkan barang pecah belah vintage dengan ukiran Jawa- plus para pramusaji yang berdandan dengan kostum tradisional namun tetap sigap saat melayani.

    Wajib dikunjungi , tapi siap siap antre ya :-)

  2. istiq says:

    tuk nuansa @selat mb Lies mgkn pke tema Er0pa tp ada Lokal’ny jg tuch.. ;)

  3. Soto Triwindu.. 2 mangkok sepertinya kurang…hihihihihi

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes