Fakta menarik seputar perayaan Imlek

0
2132
honeykidsasia.com

Tradisi ‘bagi-bagi ang pao‘ di Tahun Baru Imlek juga dibarengi juga dengan tradisi-tradisi lainnya, seperti sembahyang leluhur, tradisi santap kue keranjang (nian gao) yang biasanya terdiri dari penganan kecil yang manis-manis, yang disebut-sebut berkaitan dengan harapan agar rezeki selama satu tahun mendatang juga akan ‘manis’.



Begitu pula dengan buah-buahan, yang biasanya tersedia adalah pisang raja atau pisang emas, yang melambangkan ‘keemasan’ atau ‘kemakmuran’ atau bisa juga ‘keuntungan yang besar’. Begitu juga dengan jeruk kuning yang diusahakan yang ada daunnya. Ini juga melambangkan ‘kemakmuran yang akan selalu tumbuh terus’.

Selain itu, atraksi barongsai juga selalu ada untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek. Atraksi barongsai ini terinspirasi dari Kilin, makhluk suci bagi umat Konghucu. Rupanya menyerupai naga, memiliki kulit bersisik dan bertanduk satu. Kilin muncul saat Nabi Konghucu lahir dan wafat.

Menurut cerita-cerita rakyat yang populer di masyarakat Tionghoa, atraksi barongsai ini bertujuan untuk mengusir roh jahat yang datang di awal tahun. Nah, Imlek juga belum lengkap tanpa kehadiran bunga sedap malam di altar para leluhur. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan yang masih hidup agar terus bertekad untuk berbuat baik dan harum, bagaikan bunga sedap malam.

Berikut fakta menarik lainnya seputar Ang pao:

  • Orang yang wajib dan berhak memberikan ang pao biasanya adalah orang yang telah menikah, karena pernikahan dianggap merupakan batas antara masa kanak-kanak dan dewasa. Selain itu, ada anggapan bahwa orang yang telah menikah biasanya telah mapan secara ekonomi. Selain memberikan ang pao kepada anak-anak, mereka juga wajib memberikan angpao kepada yang dituakan.
  • Anak-anak yang sudah menikah tetap boleh menerima ang pao. Ini dilakukan dengan harapan ang pao dari orang yang telah menikah akan memberikan nasib baik kepada orang tersebut, dalam hal ini tentunya jodoh.
  • Mereka yang sudah dewasa bahkan mapan tetapi belum menikah, tetap berhak menerima ang pao. Atau bila ingin memberikan ang pao, sebaiknya cuma memberikan uang tanpa amplop merah
  • Dalam tradisi China, angka 4 sangat dijauhi karena terdengar seperti pengucapan kata mati. Sehingga, ang pao tidak boleh mengandung angka 4, misal Rp 4000 atau Rp 40.000. Dan jumlah uang tidak boleh ganjil.
  • Sebagai salah satu bagian dari doa, kata-kata yang tertulis pada amplop ang pao sebaiknya yang berhubungan dengan kemakmuran, keberuntungan, panjang umur, kesehatan dan sebagainya.
  • Dalam tradisi lama, ang pao yang diterima dari orang lain tidak boleh dibelanjakan, karena dianggap sebagai pemberian Dewa Cai Shen (Dewa Uang). Ang pao tersebut sebaiknya disimpan dalam kantong celana atau dompet.

Namun tradisi di atas tidak mengikat. Sekarang ini, pemberikan angpao tentunya lebih didasarkan pada kemapanan secara ekonomi, lagipula makna ang pao bukan sekedar terbatas berapa besar uang yang ada di dalamnya melainkan lebih jauh adalah bermakna senasib sepenanggungan, saling mengucapkan doa dan harapan yang baik untuk 1 tahun ke depan kepada orang yang menerima ang pao tersebut.

Selamat tahun baru China bagi Keluarga yang merayakan, semoga tahun ini dipenuhi banyak berkah, kemakmuran dan kebahagiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.