Klenteng Ibu Agung Bahari, tanda sejarah masuknya etnis Tionghoa di Makassar

0
501



Klenteng “Ma Tjo Poh” Ibu Agung Bahari adalah salah satu Klenteng tua di kota Makassar, dibangun tahun 1738 oleh keturunan Tionghoa di Makassar bernama Kapitan Lie Lu Chang. Dulunya klenteng ini bernama Thian Hoo Kiang yang berarti Istana Ratu Langit.

Klenteng yang juga dikenal dengan sebutan Vihara Ibu Agung Bahari ini dibangun untuk memuja Dewi Ma Tjo Poh yang dipercaya sebagai Dewi pembawa berkah dan keselamatan di laut.

Klenteng Ibu Agung Bahari terletak di pusat kota Makassar, tepatnya di sebelah barat poros Jalan Sulawesi No. 41, sudut selatan persimpangan jalan Serui yang merupakan wilayah masyarakat Tionghoa.

Hal menarik dari klenteng ini

Merupakan bangunan cagar budaya (info: cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Tempat peribadahan umat Buddha dan ritual perayaan hari-hari besar kepercayaan tradisional Tionghoa. Mereka yang datang bersembahyang bukan hanya etnis Tionghoa yang tinggal sekitar vihara, tapi juga dari wilayah lain di Makassar, dan bahkan dari luar kota hingga manca negara (info: sorotmakassar.com)

Klenteng yang kini telah berusia 200 tahun ini pernah menjadi korban kebakaran pada peristiwa kerusuhan ras kaum Tionghoa tahun 1997 (info: celebesonline.com)

Menjadi tanda sejarah masuknya etnis Tionghoa di Makassar. Menurut sejarah, sekitar abad ke-14 dan ke-15 di masa Dinasti Tang dan Dinasti Ming, orang-orang Tionghoa mulai memasuki pesisir selatan Makassar. Mereka melabuhkan kapal-kapal besar yang berisikan senjata, kain dan pernak-pernik untuk melakukan perdagangan (info: sorotmakassar.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.