Advertise with us!

Find us on Facebook

Cerita Akhir Tahun dari Pelabuhan Ratu

9703 Views | People like this: WordPress database error Table './k9446643_wp1/wp_adrotate_stats' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed for query SELECT SUM(`clicks`) as `clicks`, SUM(`impressions`) as `impressions` FROM `wp_adrotate_stats` WHERE `ad` = 4 AND `thetime` >= '1347494400' AND `thetime` <= '1517356800' GROUP BY `ad` ASC; made by require('wp-blog-header.php'), require_once('wp-includes/template-loader.php'), include('/themes/main/index.php'), adrotate_ad, adrotate_filter_schedule, adrotate_stats
Tweet about this on TwitterShare on Facebook9Pin on Pinterest0

Akhir tahun 2012 kemarin, saya pergi ke Pelabuhan Ratu bersama keluarga besar suami saya. Dari kecil suami saya sudah sering pergi ke sana bersama keluarga besarnya, sementara saya kayaknya baru sekali deh – waktu SD. Itu pun lupa lupa inget. Keluarga saya sendiri jarang liburan ke pantai karena ibu saya nda suka. Banyak yang mistis katanya kalau di Pantai Selatan. Padahal di Pantai Utara pun dia suka parno. Emang dasarnya parno aja kayaknya :P

Alhamdulillah selama 4 hari 3 malam di Pelabuhan Ratu, tidak ada yang mistis. Tempat menginap kami, Ocean Queen Resort, cukup oke. Pilihan menginap bisa di bungalow 3 kamar atau 4 kamar, dan ada pilihan yang dekat kolam renang atau beach front. Interior agak ala ala back to nature, jadi kalau yang suka dengan gaya modern – mungkin bukan di sini tempat menginap yang cocok :)

Kalau masih available, saya sarankan mengambil yang beach front (bedanya hanya 100rb dengan yang nda beach front) – karena lebih berasa di pantai, deburan ombak sangat jelas, dan di depan bungalow ada bale-bale dimana kita bisa duduk2 sambil menikmati pemandangan sementara anak-anak bisa main pasir tanpa harus terlalu dekat ke laut. Kalau sudah bosan di pantai, anak-anak bisa berenang di swimming pool. Bungalow di Ocean Queen tidak banyak dan areanya tidak luas, jadi untuk jalan dari bungalow-pantai-swimming pool sangat convenient. Kalau berpergian dengan big group seperti saya kemarin (20+ pax), bisa request bungalow yang berdekatan supaya lebih mudah saling mengunjungi.

ocean queen pelabuhan ratu

Tampak depan salah satu bungalow 4 kamar.

ocean queen pelabuhan ratu

Penampakan kamar tidur.

ocean queen pelabuhan ratu

Bale-bale di depan beach-front bungalow.

ocean queen pelabuhan ratu

Anak-anak main pasir di dekat bale-bale.

ocean queen pelabuhan ratu

Penampakan Swimming Pool.

ocean queen pelabuhan ratu

Bermain bersama di kolam khusus anak.

Ocean Queen Beach - Pelabuhan Ratu

Pantai di depan bungalow kami.

Sunset at Ocean Queen Beach

Enjoying sunset dari bale-bale di depan bungalow.

Service-nya pun sangat oke. Ada 1 house boy yang ditugaskan untuk handle 2 bungalow, dan selain bersih-bersih juga bisa kita minta bantuan untuk run errands, seperti beli ini itu, cuci piring, membantu membawakan barang-barang, sampai membakar seafood. Oh ya, di depan tiap bungalow disediakan panggangan – jadi anytime mau BBQ-an bisa.

Di setiap bungalow juga disediakan kompor untuk memasak, dan kulkas untuk menyimpan bahan2nya. Peralatan masak dan makan pun disediakan, tapi jumlahnya ngepas. Jadi sebaiknya bawalah piring/gelas plastik. Dan kalau anda termasuk golongan “belum makan kalau belum makan nasi”, saran saya: bawalah rice cooker.

Soal makanan, Ocean Queen memiliki restoran – tapi kemarin keluarga kami membawa makanan sendiri. Either already cooked and just needs to be reheated, atau masih setengah jadi dan tinggal finishing touch saja. Ada pembagian tugas siapa yang kebagian menyediakan lunch day 1, dinner day 1, lunch day 2, dan seterusnya. Kalau mau beberapa hari di sini dan malas keluar mencari makan, ini sepertinya solusi yang paling pas.

ocean queen pelabuhan ratu

makan siang hari ke-3 di bungalow kami.

Untuk penggemar seafood, jangan lewatkan kesempatan makan seafood segar mumpung di Pelabuhan Ratu. Anda bisa pergi ke Pasar Pelelangan Ikan (kalau dari Ocean Queen kira2 30 menit sekali jalan), dan belanja berbagai macam seafood segar untuk kemudian dibakar di resort. Kemarin saya ke sana pagi, karena untuk makan siang – tapi menurut para penjual, sebaiknya datang setelah jam 12 karena siang baru datang kiriman baru sehingga lebih banyak pilihan. Kalau anak anda sudah agak besar, bisa juga diajak ikut belanja – karena pasti banyak hal baru yang bisa mereka pelajari.

pasar ikan pelabuhan ratu

Suasana pasar ikan jam 9 pagi.

pasar ikan pelabuhan ratu

dipilih.. dipilih..

pasar ikan pelabuhan ratu

ada yang jual baby sharks hiks :(

pasar ikan pelabuhan ratu

Ikan langsung dibersihkan dan di-prep, jadi sampai resort bisa langsung dimasak.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan bersama anak-anak adalah membuat pizza di Cimaja Square. They have a wood-fired pizza oven, and every weekend they let the kids make the pizza. Of course when they say make your own pizza, what it really means is spreading the topping -but still, the kids had so much fun! And it’s quite fool proof too, semua pizza yang dibuat keponakan2 saya kemarin enak semua!

Pizza making Cimaja Square Pelabuhan Ratu

Happily sprinkling pizza toppings

pizza making at cimaja square pelabuhan ratu

Mari memanggang pizza

pizza making at CImaja Square pelabuhan ratu

Let’s slice this baby!

pizza making at cimaja square pelabuhan ratu

Pizza’s done! Yum!

The best part is always saved for last, makanya cerita paling seru dari liburan kemarin pun saya simpan sampai mendekati akhir post ini ;)

Jadi, karena ada 4 anak SD yang ikut trip ini, para orang tua dan kakek-nenek ceritanya ingin melakukan sesuatu yang adventurous, agar anak-anak ini lebih dekat dengan alam. Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya yang dipilih adalah ke Pulau Manuk – karena di sana ada pantai dan hutan, jadi bisa dapet dua2nya. Kalau lewat jalan darat, lama perjalanan 3 jam – jadi diputuskan untuk naik kapal, yang diperkirakan akan memakan waktu 1.5 jam.

Pagi-pagi sekitar jam 730 kita bersiap-siap untuk naik kapal. Kapalnya bukan speed boat lho ya, tapi kapal nelayan beneran

pelabuhan ratu boat ride

siap-siap naik kapal

pelabuhan ratu boat ride

on board the fisherman’s boat

Sebenarnya boat ride-nya bisa sangat menyenangkan, kalau saja cuaca sedang baik. Sayangnya hujan nda berhenti dari pagi, sehingga pemandangan jadi kurang indah dan perjalanan pun lebih lambat karena lebih berhati-hati. Dan karena terpalnya hanya muat sedikit, otomatis prioritas jatuh ke anak-anak dan sesepuh. Yang seperti saya ini terima nasib saja kehujanan terus selama 1.5 jam hohoho

pelabuhan ratu boat ride

walaupun kehujanan, tetep dong eksis

pelabuhan ratu boat ride

dark sky, dark sea

1 1/4 jam kemudian, karena cuaca yang tidak kunjung cerah dan anak-anak yang sudah mulai rewel karena kedinginan (oh iya, tentunya ada insiden jackpot dong ;P) diputuskan untuk tidak meneruskan perjalanan ke Pulau Manuk dan berhenti di Legon Pari. Tapi ternyata kapal kita tidak bisa merapat ke pantai. Jadi pindahlah kita ke kapal lain yang lebih kecil

pelabuhan ratu boat ride

boat transfer

pelabuhan ratu boat ride to legon pari

Off to Legon Pari

Di pantai hanya ada warung nelayan, dan kita pun berteduh di sana sambil menghangatkan diri deket api unggun. Mengutip komen teman di Path pas saya post foto ini, benar-benar berasa deh semangat habis gelap terbitlah terangnya RA Kartini

Legon Pari - Fisherman's House

Thank God for fire & warmth!

Legon Pari - warung nelayan

Bapak-Ibu pemilik warung tempat kita berteduh

Indomie Rebus at Legon Pari

And of course I had to have the ultimate comfort food: Indomie + Telur + Rawit!

Untungnya cuaca sempat cerah, dan kita pun sempat bermain di pantai. Bagus banget sih pantainya, pasirnya putih dan halus, dan sampai 15-20m berjalan ke arah laut pun tetap landai, paling2 selutut saya (dan saya ini tinggi minimum ya – jadi sama sekali nda dalam itu!). Padahal saya yakin banget ini bukan pantai yang biasa dituju turis-turis, tapi ini aja udah bagus gini.

Kita main-main di pantai sekitar 1 jam, cukup lah untuk menyenangkan hati sambil recharge :) Dan yang paling penting, anak-anak pun jadi senang dan tidak mewek lagi, bahkan setelah kembali naik kapal pun mereka tetap ceria sampai kita kembali lagi ke Ocean Queen :)

Legon Pari, Pelabuhan Ratu

Sejauh itu dari pantai dan airnya masih cuma selutut. Magis!

Legon Pari, Pelabuhan Ratu

Who’s afraid of the waves?

Legon Pari, Pelabuhan Ratu

Yay the kids are happy again!

Sekian cerita short break saya di Pelabuhan Ratu. Kalau senang ke pantai dan tidak keberatan 4-5 jam perjalanan naik mobil (dan juga tidak mudah mual, karena jalannya lumayan berkelok-kelok), mungkin ini bisa jadi alternatif liburan keluarga besar anda berikutnya.

Ocean Queen Pelabuhan Ratu

one final group shot before we go home!



written by:

corporate refugee juggling her time between being a partner at Catalyst, a radio announcer at CosmopolitanFM, an aspiring writer, and a 24/7 mom+wife | www.dessey.me
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

One Response to “Cerita Akhir Tahun dari Pelabuhan Ratu”
  1. Mizan says:

    Pengalamannya sangat bagus sekali, tapi sayangnya foto2nya nggak bisa tampil, Sis. Nggak tahu apakah karena koneksi internetku atau memang dari hostingnya udah xpired.

    Ada satu lagi yang saya suka dari curhatnya sis mengenai pengalaman di tempat wisata Pantai Pelabuhan Ratu yaitu penginapannya.
    Sebenarnya saya juga lagi menghimpun informasi tentang penginapan yang ada di sekitar destinasi tempat wisata Pelabuhan Ratu dan akhirnya pencarian saya terpecahkan dengan menemukan artikel ini.

    Terima kasih

    Salam hangat dari saya
    Portal informasi kinclongnya Indonesia | http://www.sparklepush.com

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes