Advertise with us!

Find us on Facebook

Panduan Weekend di Pantai Sawarna – Banten

23575 Views | People like this:
Tweet about this on Twitter4Share on Facebook128Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr

Pantai Sawarna merupakan desa kecil di Pantai Selatan kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak (Banten). Desa yang sebagian besar penduduknya petani dan nelayan ini kini semakin populer dikalangan wisatawan lokal dan mancanegara, pengunjung umumnya datang ke Sawarna untuk menikmati keindahan pantainya, berselancar atau melakukan trip fotografi, dengan semakin banyaknya wisatawan berkenjung ke tempat ini, tidak heran jika saat ini sebagian besar penduduk beralih profesi dari petani atau nelayan menjadi pengelola homestay, tempat penginapan, warung makan atau penyewaan sepeda.

Pantai Tanjung Layar

Pantai Tanjung Layar

Perjalan dan rute

Karena penasaran, maka jadilah weekend lalu saya dan keluarga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Sawarna, kami berlima termasuk si kecil Kyra, berangkat dengan menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta, tepat jam 22:30 Jumat malam kami start, dengan mengambil rute Jakarta – Tol Jagorawi – Ciawi – Cicurug – Parung Kuda – Cikidang – Pelabuhan Ratu – Cisolok – Sawarna.

Berangkat malam adalah sangat penting, mengingat jalur yang dilalui adalah jalan raya Sukabumi yang terkenal macet pada pagi, siang dan sore hari. Terbukti efektif, kami tiba disekitar parung Kuda dengan cepat dan tanpa hambatan sama sekali, selanjutnya tinggal belok kanan menuju Cikidang, pada jalaur Cikidang kita harus ekstra hati-hati berkendara karena jalan banyak memiliki belokan, naik turun dan jalur Cikidang tidak memiliki penerangan jalan. Kadang kabut tebal juga menghalangi pandangan.

Setibanya di Pelabuhan Ratu, kita hanya perlu mengambil arah yang menuju Cisolok atau Bayah. Rute ini akan melewati Pantai Karang Hawu, jalan menanjak di Bukit Habibie dan terus hingga menjumpai pertigaan Ciawi. Ada petunjuk kecil untuk mengambil atau belok ke kiri jika ingin ke Sawarna. Jangan kaget, karena jalan akan semakin sempit, berbelok-belok dan sedikit rusak.

Kami akhirnya tiba di Sawarna pada pukul 03:00 pagi, dengan total lama perjalanan sekitar 5 jam.

Tempat menginap dan Homestay

Ada banyak pilihan tempat menginap atau homestay di Sawarna, antara lain kamar yang disewakan tergabung sebangunan dengan pemilik rumah, atau homestay yang dibangun khusus untuk disewakan, homestay dengan fasiltas non atau AC dan TV satelit.

Perihal tarif sewa, umumnya pemilik homestay tidak memungut sewa untuk tempat menginap, mereka hanya mengenakan biaya dengan sistem perhari perorang plus 3x makan. Biaya perhari perorangnya juga beragam, berkisar 85 ribu hingga 225 ribu, tergantung fasilitas dari masing-masing homestay.

Setelah mendengar rekomendasi beberapa teman yang sering ke Sawarna akhirnya kita putuskan untuk menginap di Milang Homestay, dengan alasan servis yang cukup baik dan lokasi Homestaynya yang dekat dengan pantai Tanjung Layar.

Karang dan ombak yang cantik

Karang dan ombak yang cantik

Hari pertama

Kami hanya beristirahat sekitar satu setengah jam, karena sekitar pukul 04:30 sudah harus menuju Laguna Pari. Lokasi yang berjarak sekitar 2 km dari tempat menginap tersebut ditempuh sekitar 15 hingga 30 menit menggunakan ojek motor, melalui sebuah jembatan gantung yang kecil, kebun dan bukit-bukit.

Laguna Pari sendiri merupakan pantai landai yang dikelilingi kebun kelapa. Pantainya terbilang sepi dan hanya terdapat beberapa pondok nelayan beserta perahu mereka. Lokasi ini sangat strategis untuk melihat matahari terbit.

Sawarna (13)  Sawarna (6)

Laguna Pari

Setelah sekitar 2 jam menghabiskan waktu untuk foto-foto dan menikmati kecantikan pantai ini, maka kami kembali ke penginapan untuk sarapan pagi.

Sarapan pagi yang disajikan berkisar Nasi goreng dengan Telor Ceplok plus bakwan udang, sambal dan krupuk, sedangkan makan siang atau malamnya biasanya berupa Tumisan Sayur disertai ikan bakar atau ikan goreng lengkap dengan sambal lalapnya. Walaupun terbilang sederhana tapi ternyata rasa masakan yang disajikan sedap sekali.

Sarapan pagi ala Sawarna

Sarapan pagi ala Sawarna

Pepes impul

Pepes impul

Setelah mandi dan beristirahat, maka pada pukul 09:00 kami kembali ke parkiran mobil untuk selanjutnya menuju Pantai Cipamagangan, diperjalanan kami berhenti sebentar di Bukit Cariang, tempat ini merupakan posisi tertinggi disekitar Sawarna, turun dari mobil kami langsung berfoto-foto ria, tampak di kejauhan pantai Ciantir dan Tanjung layar.

 Tanjung Layar terlihat di kejauhan

Tanjung Layar terlihat di kejauhan

Pemandangan dari Bukit Cariang

Pemandangan dari Bukit Cariang

Setelah selesai foto-foto, perjalanan dilanjutkan. Akhirnya kami tiba di Pantai Cipamagangan, lokasi pantai ini tidak terlihat dari jalan dan umumnya hanya dikunjungi oleh pehobi fotografi, bahkan lahan parkirpun tidak tersedia, kendaraan dapat diparkir dibawah pohon-pohon besar agak tersembunyi dari jalan.

Pantai Cipamagangan merupakan jajaran karang-karang tajam dan luas, dengan pasir putih bersih dikelilingi oleh hutan dan tanaman pandan laut. Mengingat keadaan pantainya yang berkarang tajam, ombaknya yang besar dan keras, menjadikan tempat ini kurang ideal untuk mandi atau renang. Dari pantai Cipamagangan kita dapat melihat sebuah pulau karang kecil yang dinamakan Karang Bokor, sayang sekali karena ombak yang besar dan karangnya tajam maka pulau ini tidak dapat dikunjungi oleh wisatawan.

Setelah beberapa jam di Cipamagangan, maka kami kembali ke homestay untuk menikmati makan siang dan beristirahat, sinar matahari siang yang terik juga tidak menarik buat foto-foto atau melakukan kegiatan lainnya.

Pantai Cipamagangan dan Karang Bokor

Sawarna (8)  Sawarna (9)

Sawarna (5)

Sore hari sekitar jam 17:00 kami kembali berkendara, kali ini tujuannya adalah Karang Taraje, rencananya ingin menikmati dan motret matahari terbenam. Awalnya ada pilihan tempat lain yang dapat dikunjungi yaitu Pantai Pulo Manuk, tapi karena terletak dimuara sungai dan masih musim penghujan jadi pantainya terlihat keruh dan kecoklatan.

Karang Taraje merupakan pilihan yang tepat jika ingin menikmati sunset, karena pantainya lapang, berpasir putih dan tidak memiliki karang yang tinggi, sehingga pandangan bebas dan tidak terhalang saat menikmati matahari terbenam.

Matahari terbenam di Karang Taraje

Matahari terbenam di Karang Taraje

Kami kembali ke Homestay, setelah sekitar dua jam di Pantai Karang Taraje, ternyata makan malam sudah disajikan, ada menu yang spesial kata pemilik penginapan, yakni Pepes Impul, Impul adalah sejenis ikan yang sangat kecil sekali, besarnya kira-kira sepertiga teri medan. Ikan ini hanya ada pada musim tertentu, biasanya sekali dalam setahun. Impul yang halus tersebut dicampur dengan tahu yang dilumat dan dipepes. Penasaran dengan rasanya, kami langsung mencicipi hidangan tersebut, ternyata rasanya nikmat sekali.

Hari kedua

Pukul 4 pagi kami sudah bangun, rencananya mau motret di Tanjung Layar, Tanjung Layar adalah pantai yang memiliki dua buah batu karang tinggi, pantai ini merupakan icon dari Sawarna, jadi wajib dikunjungi. Lokasinya tidak jauh dari tempat kami menginap, sekitar 5 menit naik ojek motor dengan ongkos berkisar sepuluh ribu rupiah, Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sebelum matahari terbit dan saat matahari terbenam.

Keadaan masih gelap ketika kami tiba, di lokasi dapat dijumpai beberapa warung untuk membeli makanan dan minuman sekedarnya, tapi karena masih pagi sekali jadi banyak yang tutup.

Tanjung Layar cukup menarik, tapi bukan tempat yang cocok untuk renang atau bermain air, banyak terdapat karang tajam dan tidak landai, konon di lokasi ini sering terjadi kecelakaan menimpa pengunjung yang kurang waspada, mereka umumnya tidak mengindahkan himbauan untuk tidak menaiki karang, hingga suatu saat datang ombak besar menerjang dan terjatuh.

Berpose di Tanjung Layar

Berpose di Tanjung Layar

Bergeser sedikit sekitar 200 meter terdapat Pantai Ciantir, dengan pasir putih bersih dan landai, ini adalah tempat favorit para pengunjung, mereka biasanya berenang, main volley pantai atau sekedar duduk-duduk hingga matahari terbenam. Pantai Ciantir juga merupakan tujuan wisata mancanegara, khususnya penggemar olah raga berselancar, pada bulan-bulan tertentu ombak akan menjadi sangat besar dan tinggi, sehingga ideal sekali untuk olah raga yang satu ini.

Wisatawan mancanegara sedang berselancar di Pantai Ciantir

Wisatawan mancanegara sedang berselancar di Pantai Ciantir

Tengah hari setelah istirahat dan makan siang di homestay, kami memutuskan untuk kembali pulang ke Jakarta, sebenarnya masih ada banyak tempat menarik lagi yang belum kami kunjungi, tetapi mengingat perjalanan pulang yang akan memakan waktu lebih dari lima jam dan mungkin saja terjadi kemacetan, maka terpaksa trip kami akhiri.

Pose di jembatan gantung sebelum pulang

Pose di jembatan gantung sebelum pulang

Tip dan catatan:

  • Biaya sewa dan menginap di homestay non AC berkisar 85 ribu hingga 120 ribu perorang dengan 3 kali makan
  • Biaya sewa dan menginap di homestay AC (disekitar Bukit Cariang) berkisar 150 ribu hingga 225 ribu perorang dengan 3 kali makan
  • Hidangan yang disajikan oleh homestay seringkali berupa seafood, jika tidak menyukainya maka dapat dibicarakan ke pemilik homestaypada saat reservasi penginapan.
  • Biaya ojek ke Laguna Pari PP berkisar 50 ribu
  • Selain wisata pantai di Sawarna juga terdapat gua-gua yang dapat dikunjungi seperti Gua Lalay, Gua Langir dll
  • Pada long weekend atau hari libur nasional, sebaiknya melakukan reservasi untuk menginap, karena hampir semua homestay sudah penuh dipesan.
  • Bila ingin berkendara sendiri, Sebaiknya menggunakan mobil yang cukup tinggi seperti SUV, Kijang atau Avanza, karena ada beberapa ruas jalan yang akan sulit untuk dilalui sedan biasa.
  • Jika ingin motret landscape di pantai-pantai yang tersembunyi atau karang-karang yang jarang dikunjungi, sebaiknya menyewa pemandu lokal dengan biaya berkisar 100 ribu hingga 150 ribu perhari, karena pemandu sangat mengetahui seluk-beluk keamanan, ombak, karang terjal didaerah tersebut, sekaligus berfungsi sebagai porter
  • Meskipun tidak semua pantai bisa dipakai untuk berenang, jangan lupa untuk memakai sunblock dan kalau ada pakai topi pantai atau payung.

Sebagian foto pada artikel ini hasil jepretan suami, Frankie Handoyo



written by:

The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

13 Responses to “Panduan Weekend di Pantai Sawarna – Banten”
  1. aan sartana says:

    mbak, info wisatanya menarik dan bagus, jadi kepengen kesana nih.
    btw, bisa minta kontak home stay disana?
    tq alot ya mbak

  2. keren banget foto-fotonya gan…

  3. awi says:

    Dancuk asyik yo, mbok lonthong di share home stay & contak person& xpntact

  4. riva says:

    mba boleh minta no telp milang homestay..menarik banget nich ceritanya jadi pengen ke sana

  5. novi says:

    Mba minta no.telp milang homestay ya. Ditunggu e mailnya. Mksh.

    • Rani says:

      sore mbak. untuk milang homstay ada no tilp. tidak . berapa biayanya per malam. Homestaynya pakai AC ya. tk

  6. novi says:

    Mba minta no.telp milang homestay nya. Pengen kesana deh.trims

  7. Gilang says:

    Mbak, bagus fotonya. Bagus reviewnya. Menarik. Jd pengen ke sana. Minta nomer Milang Homestay dong mbak. Trmksh sblmnya.

  8. yanti says:

    Info detail penginapan sj dan obyek wisata pantai sawarna.
    Tolong email ya. Tks.

  9. Lylis Megawati says:

    Mbak mohon arahannya apakah membawa anak umur 2 tahun sudah bisa dibawa liburan ke lokasi itu ? Mohon dishare nomor telepon homestaynya ya. Tks

  10. M Alfa Kardinal T says:

    Bila kami ingin wisata group pada pertengahan bulan Februari 2014 sekitar 30 orang ke Sawarna Beach dan menginapnya di Sawarna Hula2 Villa atau penginapan yg ber AC lainnya utk 3 Days 2 Night (berangkat Jumat, kembali Minggu) berapa biayanya per orang? mohon dijelaskan akomodasi apa saja yg bisa kami dapat dan tripnya kemana saja, selain bus AC dari Jkt-Sawarna pp. Tks

    Hormat saya,

    M Alfa Kardinal T

  11. Fika says:

    Keren bingits infonyaah… :D

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes