Advertise with us!

Find us on Facebook

Menginap semalam rasanya masih kurang untuk menikmati kota Bogor

8509 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Pin on Pinterest5

Mungkin bagi sebagian keluarga, kota Bogor sudah sering menjadi tempat tujuan liburan. Tapi buat keluarga kami, ini kali pertama kami bertiga mengunjungi kota yang dikenal sebagai kota hujan dengan mengendarai mobil. Lebaran hari ke-2 kami pilih untuk mengunjungi kota Bogor. Selain bersilahturahmi dengan keluarga yang merayakan Lebaran, kami memanfaatkan kesempatan ini sebagai liburan singkat di tengah kepadatan aktifitas di kota Jakarta.

Amazing banget. Jarak tempuh dari tempat tinggal kami (Jakarta Pusat) ke bogor adalah kurang dari 1 jam. Hari itu jalanan sangat bersahabat dengan kami. Kota bogor yang dikenal sebagai kota macet karena angkot juga tidak kami rasakan.

Royal Hotel Bogor menjadi pilihan kami

Setelah selesai mengunjungi sanak-saudara, kami segera meluncur ke hotel tempat kami menginap. Royal Hotel Bogor menjadi pilihan kami. Lokasinya berseberangan dengan Kebun Raya Bogor. Hotel pemandangan menghadap Gunung Salak ini memiliki fasilitas kolam renang, meskipun tidak besar tapi cukup menghibur buat anak saya yang baru berusia 1 tahun 9 bulan. Interior kamar yang bertema modern minimalis juga membuat kami nyaman berada di dalamnya.

Memulai kuliner di Jl. Pangrango

Sore harinya kami memulainya dengan kuliner di Jl. Pangrango. Di sana terdapat beberapa restoran yang sangat ramai dikunjungi. Kami memilih “Kedai Kita” sebagai santapan sore hari. Menu yang kami pilih Mie Ayam Jamur Special dan Pizza BBQ Smoked Beef. Untuk minumannya Cinderella Slush. Soal rasa ga usah ditanya. Dijamin enak. Apalagi pizzanya, karena dipanggang menggunakan kayu bakar, aroma khasnya sangat tercium. Harga 1 loyang pizza start di 50.000an untuk mie ayamnya 13.000an.

Mie Ayam Jamur Special

Pizza BBQ Smoked Beef

Kegiatan kami selanjutnya mengunjungi factory outlet yang berjejeran sepanjang Jl. Padjajaran. Setela puas mencuci mata dengan baju-baju, saatnya mengisi perut untuk malam hari. Kali ini terpilih makanan khas sunda di “De’Leuit Restoran” yang terletak di Jl. Pakuan. Kami memesan menu paling favorit di sini yaitu Nasi Jambal. Nasi yang sudah diaduk-aduk dengan bumbu rempah-rempah dan terdapat potongan dadu kecil ikan jambal ini rasanya sangat yummy banget. Makan nasinya saja sudah bikin ketagihan mau tambah dan tambah lagi. Makan kenyang ga menguras kantong, Paket Nasi Jambal ini dipatok harga 30.000,- sudah komplit dengan lauk pauk, sayur asem, lalapan dan sambal.

Nasi Jambal Komplit

 

Berenang bersama si kecil dan menyantap toge goreng

Keesokan harinya kami mengawali aktifitas kami dengan breakfast di hotel, kemudian berenang bersama si kecil. Menurut info yang didapat dari security hotel, persis di sebelah hotel ada gang kecil yang terkenal dengan penjual toge gorengnya. Tak mau melewati kesempatan ini saya bergegas untuk membelinya dan menyantap di kamar hotel. 1 porsi toge goreng ditemani krupuk mie jadi perpaduan yang nikmat sekali.

1 porsi toge goreng ditemani krupuk mie jadi perpaduan yang nikmat sekali.

Mampir ke Soto Mie AGIH di Surya Kencana

Tak rela rasanya mengakhiri liburan kami. Sebelum melaju ke arah Jakarta, kami menyempatkan mampir ke Soto Mie “AGIH” di Jl. Suryakencana. Soto mie nya berbeda dengan soto mie biasanya yang menggunakan risol sebagai pelengkap. Soto Mie “AGIH” menggunakan babat dan bakut sebagai pelengkapnya. Kuah yang bening, serta tekstur mie yang tipis-tipis mendatangkan citarasa yang berbeda dari soto mie pada umumnya. Selain soto mie, kami juga memesan Lomie kangkung, nyammmm nyammm. Harganya 25.000,- per porsi.

Sekedar info, makanan yang dijual di restoran ini non halal yah.

Soto Mie “AGIH” menggunakan babat dan bakut sebagai pelengkapnya.

Lomie

“Laper mata”…itu istilah yang tepat untuk melihat jajanan disepanjang jalan ini. Rasanya semua jajanan mau dicicipi semua. Tapi ga ada salahnya sih kalau buat oleh-oleh keluarga di rumah.

Ada yang seru nih, penjual aneka pepesan di gerobak. Aneka pepesan yang disajikan mulai dari nasi bakar, pepes cumi, pepes jamur, pepes ikan, sagu pisang, otak-otak dan masih banyak pepes lainnya jadi pilihan saya untuk dibawa pulang.

 

Jalan Suryakencana ini dikenal juga sebagai China Town nya kota Bogor. Jalan satu arah yang dipadati pedagang di kanan kiri jalan membuat arus tersendat karena banyak mobil yang parkir.

Suasana Jl. Surya Kencana

Menginap semalam rasanya masih kurang untuk menikmati kulineran di  kota Bogor ini. Sampai ketemu di liburan kami selanjutnya ya.



written by:

Full time house wife and proud mom, running own photography business together with my hubby and traveling is a part of my life.

The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

2 Responses to “Menginap semalam rasanya masih kurang untuk menikmati kota Bogor”
  1. Tambahan ya, mba :) di jalan Suryakencana ada sate sumsum Pa Oo yg enak, di sebrang Ngesti ada Toge Goreng Pak Cai denganrasanya mantap.

    Kalau mau lihat info kuliner seputar jalan ini bisa tengok link http://chirpstory.com/li/21516

  2. Yunita says:

    wahhhhh…thank you bgt mas rio buat tambahan infonya..next klo ke bogor lg harus cobain tuh sate sumsum dm toge gorengnya hehehe

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes