Advertise with us!

Find us on Facebook

Rute Keliling Kebun Raya Bogor yang tidak Melelahkan

47797 Views | People like this:
Tweet about this on TwitterShare on Facebook72Pin on Pinterest2

Selamat akhir pekan. Mohon ijin untuk menulis dan sedikit berbagi info tentang Kebun Raya Bogor. Tapi kali ini bukan tentang sejarah atau cerita Kebun Raya karena sudah banyak sumber di internet yang menjelaskan tentang ini dan bisa dengan mudah, seperti: wikipedia.org atau Official Bogor Botanic Gardens.

Kebur Raya Bogor yang luasnya 18 hektar tentulah sangat luas untuk wisata jalan kaki. Bisa-bisa, sudah merasa lelah sebelum mengunjungi semua obyek yang ada di dalamnya. Belum lagi kalau kesasar. Tapi kalau tahu rute atau jalur yang tepat, kita bisa mengunjungi hampir semua obyek dan menghemat tenaga. Tulisan sederhana ini hanya mencoba untuk menunjukkan salah satu rute yang sebaiknya diambil.

Sebagai catatan, info ini hanya berlaku untuk wisata jalan kaki, ya. Kalau ke Kebun Raya dengan berkendaraan tentunya tidak ada masalah.

1. Menuju Pintu Gerbang Utama

Kebun Raya Bogor punya beberapa pintu masuk, tapi lebih baik masuk dari gerbang utama yang ada di depan pasar Sukasari.

Di sini ada dua pintu: Satu untuk masuk menggunakan kendaraan (letaknya di gerbang bawah) dan yang lain pintu untuk wisata jalan kaki (letaknya di bangunan putih sebelahnya). Jangan salah masuk biar tidak capek bolak-balik.

Gerbang utama untuk kendaraan

Gerbang Utama untuk pejalan kaki. Beli tiket di sini.

Agar perjalanan lancar, ada baiknya bagi yang ingin ke toilet bisa dari awal. Karena di dalam kebun Raya hanya terdapat beberapa titik yang menyediakan toilet, yang (menurut saya) nyaman.

2. Menuju Tugu Reffles

Nah sekarang sudah berada di dalam Kebun Raya (Anggap saja pukul 10:00 am).

Ok, saat ini obyek yang dituju terlebih dahulu adalah Monumen Olivia Reffles, istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang  meninggal dunia karena sakit pada tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia. Monumen ini didirikan untuknya.

Monumen Olivia Reffles

Obyek ini penting sebagai tempat awal penelusuran Kebun Raya karena banyak bercerita tentang asal muasal Kebun Raya.

3. Menuju Taman Teisjmann

Tujuan berikut adalah Taman Teisjmann. Jalur yang paling baik adalah dengan kembali ke arah Gerbang Utama, lalu belok ke Garden Shop dan terus mengikuti jalur tersebut.

Melalui jalur ini, kita bisa jumpai jalam masuk ke museum Zoology Bogor. Jika ingin melihat koleksi museum, silahkan. Tapi jangan terlalu lama karena target makan siang jam 12:00 pm nanti harus dicapai.

monumen Taman Teisjmann

Taman dan monumen Teijsmann dibuat sebagai penghargaan kepada Johannes Elias Teijsmann seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang meninggal di Buitenzorg (sekarang Kota Bogor) pada tanggal 22 Juni 1882 di usia 74 tahun. Ia menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengembangkan Kebun Raya Bogor.

Lokasi Taman Teijsmann. Bisa berphoto ria sejenak.

Tidak banyak yang bisa dilakukan di Taman Teisjmann selain ber-photo ria. Mungkin meluangkan waktu di sini hanya sekitar 10 menit sebelum melanjutkan perjalanan ke obyek berikut, kuburan Belanda :)

4. Menuju Kuburan Kuno Belanda

Lokasi Kuburan Kuno Belanda tidak terlalu jauh. Lokasinya memang sedikit tersembunyi. Untuk mencapainya, ada beberapa jalan alternatif. Jika bingung bisa menanyakan pada beberapa petugas yang biasanya sering lewat.

Makam Kuno Belanda

Ada informasi yang mengatakan bahwa, kompleks makam ini sudah ada bahkan sebelum Kebun Raya Bogor berdiri. Website yang menjelaskan tempat ini dengan lengkap bisa dilihat di indahnesia.info. Kembali, di tempat ini silahkan berphoto ria.

5. Menuju Kolam depan Istana Bogor

Jika memulai perjalanan dari depan gerbang utama jam 10:00 am (tanpa mengunjungi museum Zoology), mungkin kita bisa mencapai tempat ini sekitar jam 11:00 am. Lokasinya tidak jauh dari kompleks Makam Belanda.

Istana Bogor, terlihat dari Kebun Raya Bogor

Tugu Peringatan Reinwardt. Di buat pada 16 Mei 2006 untuk memperingati 189 tahun Kebun Raya Bogor (KRB), Monumen sederhana di seberang kolam depan Istana Bogor tersebut diresmikan oleh Kepala LIPI Umar Anggara Jenie dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Joachim Broudre-Groeger.

Di sini, silahkan kembali berphoto dengan latar belakang Istana Bogor. Bisa juga istirahat sejenak sambil duduk di bawah pohon rindang dan menikmati suasanan Kebun Raya yang segar. 5 menit sebelum kita lanjut ke obyek berikut :)

6. Menuju Lokasi Bunga Bangkai

Sekarang kita menuju ke sebuah obyek yang menjadi daya tarik Kebun Raya, lokasi Bunga Bangkai (Amorphophalus titanum). Saat bunga ini mendekati mekar akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2 meter dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.

Bunga Bangkai (Amorphophalus titanum)

Bunga yang berasal dari Muara Aimat – Jambi ini termasuk tanaman langka dan jadi salah satu tanaman yang dilindungi.

7. Menuju Jembatan Gantung

Kita lanjut melalui jalan setapak menuju sebuah Jembatan Gantung yang berada di atas sungai Ciliwung yang membelah Kebun Raya Bogor menjadi dua bagian besar.

Jembatan Gantung

Jembatan Gantung sering disebut sebagai jemb atan merah atau jembatan cinta

Jembatan yang tergantung kokoh ini memiliki mitos yang disampaikan dari mulut ke mulut selama puluhan tahun, tentang pantangan bagi pasangan yang melintas di jembatan tersebut. Jika sepasang kekasih melintas, maka hanya menunggu waktu saja hubungan tersebut akan kandas.

Entah mitos atau realitas? Yang jelas, dari sini kita akan menuju Taman Astrid dan rehat untuk makan siang :)

8. Menuju Taman Astrid

Jika perjalanan kita tepat waktu, mungkin kita akan sampai di taman rumput favorit ini sekitar jam 12:00 atau 01:00 pm. Tepat untuk makan siang di Cafe De’daunan sambil menikmati pemandangan Taman Astrid yang luas dengan rumput hijau.

Saya tidak akan banyak bercerita tentang taman ini karena cerita menarik bisa didapatkan melalui tulisan deddyek di 2dheart.wordpress.com

Cafe De’daunan

Pemandangan Taman Astrid dari Cafe De’daunan

Makan siang di Cafe De’daunan lumayan menyenangkan karena memiliki pemandangan yang fantastis, menghadap lapangan rumput luas yang ada di bawah, lengkap dengan beberapa danau indah dan air mancur.

Makan di sini harganya tidak terlalu mahal. Standar cafe, sebagai contoh Nasi goreng sekitar Rp. 35.000,-

9. Sudah Kenyang, Menuju pulang Saja ya

Dari Cafe De’daunan ini sebenarnya masih banyak tempat lain yang berdekatan, seperti Rumah Kaca Anggrek. tapi biasanya kalau sudah makan siang, mood untuk melanjutkan perjalanan akan turun :) jadi ya sudah bisa langsung mengarah kembali ke gerbang utama untuk pulang.

Dalam perjalanan kembali juga masih ada beberapa obyek yang cukup baik untuk dilihat dan dikunjungi seperti Taman Air, Taman Mexico dan Patung Sapi.

Jika sudah ingin jalan balik tapi masih ada yang ingin ke Taman Air dan Taman Mexico, tempat ini bisa jadi titik peberhentian sementara.

Patung Sapi diambil dari Ciapus-Bogor oleh Dr. Frideriech pada pertengahan abad ke-19.

10. Belanja Souvenir di Garden Shop

Sesampai di gerbang utama, bisa membelih oleh-oleh atau buah tangan di Garden Shop Kebun Raya.

Belanja di Garden Shop sebagai acara penutup kunjungan di Kebun Raya Bogor

Akhirnya sekarang perjalanan kita sudah berakhir. Lumayan lelah berjalan kaki, tapi rute di atas cukup membuat perjalanan wisata Kebun Raya efisien dan menghemat tenaga. Sebenarnya masih ada beberapa rute lainnya, bisa dilihat di website wisatamelayu.com

Jadi, bisa mulai dicoba buat yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan ke Kebun Raya Bogor. Selamat berwisata.



written by:

A Web Designer, an Email Marketer, an Editor and a Traveling Freelancer.
The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

8 Responses to “Rute Keliling Kebun Raya Bogor yang tidak Melelahkan”
  1. tas lucu says:

    kalo aku dateng ke KRB jarang banget pas bunga bangkainya mekar, padahal pengen banget liat langsung

  2. yogi says:

    Kangen kebun raya bogor,,
    suasana yg sejuk nyaman, damai.

  3. pernah sekali berkunjung kesini, sangat seru karena banyak lokasi wisata didalamnya yang bisa kita nikmati.. namun sayang karena terlalu luas jadi tidak sempat menyambangi semuanya

  4. Malindo says:

    Enaknya halan-halan ke bogor. brrr ada jembatan merah, wuissshhh seger bener ya suasananya …

  5. Hoe Hotel says:

    Usahakan kalau ke KRB adalah pada saat bunga bangkai sedang mekar. Sehingga perjalanan wisata yang dilakukan bisa lengkap untuk menikmati KRB.

    Hoe Hotel

  6. sekilas saya lihat foto” yang ada di artikel ini, teringat anak saya yang pertama, di KRB inilah anak saya belajar berjalan.
    thx udah share foto”nya :)

  7. Sepatu Rajut says:

    kapan ya bisa ke Bogor lagi, mengenang masa lalu :)

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes
WordPress Themes