Sign in / Sign Up


 

Advertise with us!

Find us on Facebook

Weekend di Belitung

4672 Views | People like this:
Tweet about this on Twitter8Share on Facebook14Pin on Pinterest0Email this to someoneShare on Tumblr

Sejak novel dan film Laskar Pelangi “booming”, pulau Belitung menjadi sangat terkenal. Selain karena keindahan pantainya yang memiliki pasir berwarna putih dan batu granit yang besar-besar, Belitung juga dikenal sebagai tujuan wisata kuliner, terutama bagi yang menggemari masakan laut (seafood).

Akhirnya weekend lalu (14 – 16 Desember 2012), saya, suami dan Kyra (4 tahun 8 bulan) menyempatkan diri berlibur ke Belitung. Jauh-jauh hari kami sudah pesan tiket pesawat melalui internet agar dapat harga lebih ekonomis. Saat ini ada 2 maskapai penerbangan yang memiliki rute Jakarta – Belitung, yaitu Sriwijaya Air dengan jadwal terbang 4 kali sehari dan Batavia Air dengan jadwal terbang 2 kali sehari. Kami pilih Sriwijaya Air dengan pertimbangan memiliki jadwal keberangkatan lebih dini dan pulang paling sore.

Karena tujuannya untuk menyenangkan putri kami yang gemar main di pantai dan kolam renang, akhirnya kami memilih Hotel yang memiliki kolam renang dan paling dekat dengan pantai, yaitu The Villa of Lor In di Tanjung Tinggi. Kebetulan villa ini adalah satu-satunya penginapan yang memiliki pantai paling cantik dan dekat dengan tujuan wisata lainnya seperti Pantai Laskar Pelangi,Tanjung Kelayang atau Tanjung Binga.

Kami sengaja tidak ikut group tour, karena tidak mau terikat dengan jadwal padat mereka. Menurut kami tidak semua tempat wisata yang ditawarkan cocok dengan balita. Banyak website yang menawarkan tour, seperti misalnya belitungisland.com. Berbekal pengalaman suami yang sudah 2 kali melakukan trip fotografi ke Belitung dan googling, akhirnya kami memutuskan menyewa mobil saja dan pergi ke tempat yang kami rasa cocok untuk putri kami. Sewa mobil kami lakukan online juga melalui belitungindah.com.

Day 1

Terbang dengan pesawat pertama pada pukul 06:20 agar bisa lebih maksimal untuk eksplor Belitung. Di bandara Soekarno Hatta kami banyak bertemu dengan rombongan group tour, sebagian besar membawa peralatan fotografi. Belitung memang surga buat para fotografer.

Setelah terbang sekitar 40 menit, pesawat mendarat di Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Mobil sewaan datang menjemput sekitar jam 8. Tujuan pertama kami adalah sarapan di Mie Belitung Atep yang sangat terkenal. Mie Belitung adalah mie kuning dengan kuah encer berupa campuran kaldu udang, dengan irisan timun, kentang rebus, udang rebus kecil, taburan emping melinjo dan taoge. Rasanya agak sedikit manis.

Setelah kenyang makan Mie Belitung Atep kami langsung menuju ke Danau Kaolin. Danau ini awalnya merupakan tempat penambangan kaolin yang biasa digunakan untuk bahan dasar keramik dan kosmetik. Setelah ditinggalkan penambang dan tidak terurus, maka bekas galiannya berubah menjadi  lubang besar atau danau berisi air, karena aktifitas ganggang maka seringkali airnya berubah menjadi berwarna hijau toska atau kebiruan. Danau Kaolin adalah objek wisata fotografi yang menarik karena memiliki refleksi dan warna yang indah.

Danau Kaolin di sekitar Tanjung Pandan

Danau Kaolin di sekitar Tanjung Pandan.

Nggak lengkap katanya kalau ke Belitung jika tidak mampir ke warung kopi yang tersebar di beberapa tempat. Karena Warung Kopi Ake yang tersohor itu sedang dibongkar, kami ke Warung Kopi Kong Djie. Saya bukan peminum kopi hitam, jadi saya pesan kopi susu.  Di sini juga tersedia beberapa macam kue sebagai teman minum. Tentu saja putri kami (Kyra) tidak menikmati tempat ini.

Setelah menghabiskan segelas kopi, kami langsung menuju Pantai Tanjung Tinggi, tempat shooting film Laskar Pelangi. Nah di sini baru si kecil terlihat antusias karena sudah ketemu pantai.  Langsung dia sibuk bermain pasir. Pantai Tanjung Tinggi terlihat bersih dan cantik dengan pasirnya yang putih dan batu granitnya yang besar.

Lokasi shooting filem Laskar Pelangi – Pantai Tanjung Tinggi

Lokasi shooting filem Laskar Pelangi – Pantai Tanjung Tinggi.

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi.

Karena waktu sudah cukup siang maka kami langsung memesan makan siang dari sebuah  warung yang banyak terdapat disekitar lokasi. Kita dapat memilih sendiri Rajungan, Cumi, Udang dan Ikan segar lalu pemilik warung akan memasaknya sesuai selera kita. Pengunjung dapat bersantap di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan ke arah hamparan batu granit di pantai, karena banyak disediakan meja dan kursi kayu.

Makanan yang disajikan umumnya seafood

Makanan yang disajikan umumnya seafood

Sehabis santap siang, kami  langsung check in ke hotal yang letaknya tidak jauh dari Pantai Laskar Pelangi ini, yakni The Villa of Lor In Tanjung Tinggi, hotel Bintang 3 yang memiliki kamar berbentuk villa kecil dan taman yang luas. Lokasi hotel sangat menyenangkan dan tepat di pantai, hanya dipisahkan oleh jalan raya kecil. Sangat tepat untuk istirahat dan berlibur karena jauh dari keramaian.

The Villa of Lor In – Tanjung Tinggi

The Villa of Lor In – Tanjung Tinggi.

Tidak mau berlama-lama di hotel, pukul 16:00 kami berangkat menuju pantai Tanjung Kelayang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Tanjung Tinggi, hanya sekitar 15 menit berkendara. Pantai ini adalah tempat pangkalan atau penyewaan perahu jika kita ingin melakukan Island Hoping atau tur ke pulau sekitar.

Tanjung Kelayang juga populer dengan Pulau Batu Burungnya yaitu pulau yang memiliki batu granit besar menyerupai burung. Lokasi pulau ini tidak jauh dari pantai. Jika air laut sedang surut kita dapat berjalan kaki menuju pulau tersebut.

Tanjung Kelayang juga memiliki banyak warung makan disekitar pantainya, mereka menjajakan berbagai macam makanan dan minuman, dari seafood hingga kelapa muda, jadi urusan makanan tidak perlu khawatir.

Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang.

Setelah satu jam kami berjalan-jalan di pantai dan foto-foto, tujuan kami berikutnya adalah Bukit Berahu yangterletak di kawasan Tanjung Binga. Masyarakatnya sebagian besar adalah nelayan. Lokasi yang kami kunjungi ini sebenarnya adalah cottage yang berada pada puncak sebuah bukit dengan view kolam renang dan laut. Pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di Bukit Berahu sambil menikmati pisang goreng dan secangkir teh hangat atau es jeruk kunci (minuman khas Belitung), harga-harga di restoran ini umumnya cukup murah.

Sunset di Bukit Berahu

Sunset di Bukit Berahu.

Day 2

Umumnya orang wisata ke Belitung untuk kegiatan island hoping atau berkunjung menggunakan perahu dari pulau ke pulau, seperti ke Pulau Lengkuas untuk melihat mercu suar, Pulau Kepayang, Batu Berlayar dan Pulau Pasir. Tetapi karena kami membawa anak kecil dan berkunjung pada bulan Desember (sudah memasuki musim hujan sehingga ombak besar dan angin kencang biasanya menerpa laut sekitar tujuan Island hoping) akhirnya kami memutuskan untuk melakukan wisata dengan tidak mengunjungi pulau-pulau tersebut.

Pagi hari setelah breakfast, kami habiskan waktu di pantai sekitar hotel. Sibuk foto-foto di sekitar Pantai Tanjung Tinggi. Sayangnya cuaca kurang bersahabat sehingga Sunrise tidak terlihat dengan baik dan terturup awan tebal.

Batu-batu granit di Pantai Tanjung Tinggi

Batu-batu granit di Pantai Tanjung Tinggi

Menjelang siang kami memilih untuk pergi ke Pantai Penyabong di Kecamatan Membalong. Pilihan ini berdasarkan googling dan saran dari Rudi (driver sekaligus guide kami selama di sana). Pantai penyabong berjarak sekitar 70 km ke arah Selatan dari pusat kota Tanjung Pandan, atau sekitar 1,5 jam naik mobil. Perjalanan lumayan jauh, namun jalan yang dilalui mulus, hanya sedikit jalan tanah dan batu di sekitar lokasi pantai.

Pantai Penyabong sangat indah dan memiliki batu granit yang besar sekali. Kalau dari website yang menulis tentang Pantai Penyabong, batu granit besar ini disebut seperti ikan paus yang sedang berbaring. Pemandangan dari puncak batu juga sangat menawan. Pantai Penyabong relatif sepi dan tidak banyak dikunjungi karena belum populer dikalangan wisatawan.

Batu Penyabong

Batu Penyabong

Pantai Penyabong

Pantai Penyabong.

Batu Baginde

Batu Baginde.

Setelah puas berfoto dan makan siang, kami kembali ke Tanjung Pandan. Diperjalanan pulang, kita sempat berhenti dan melihat (dari kejauhan) sebuah bukit  granit yang besar, namanya Batu Baginde. Konon merupakan batu granit terbesar di Belitung dengan tinggi 250 m. Menurut cerita rakyat setempat, Batu Baginde adalah jangkar atau penambat Pulau Belitung agar tidak terbawa arus.

Sore hari kita kembali tiba di Tanjung Pandan. Karena besok sudah akan pulang ke Jakarta, maka kami menyempatkan diri untuk beli oleh-oleh di Toko Oke yangsangat terkenal dan telah berdiri puluhan tahun. Wisatawan yang berkunjung ke Belitung umumnya membeli oleh-oleh berupa krupuk, kemplang atau sirup jeruk kunci. Krupuk yang dijual terbuat dari bermacam-macam bahan, seperti Krupuk Cumi, Krupuk Ikan dan Udang.

Puas membeli oleh-oleh, dilanjutkan dengan santap malam. Kali ini kita bersantap di Restoran Sari Laut yang cukup populer di Belitung. Jangan lupa mencicipi masakan kepiting dan otak-otaknya, rasanya nikmat sekali. Pengunjung biasanya memesan otak-otak dan kepiting isi untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari restoran ini.

Sehabis santap malam, walau perut sudah terasa kenyang, kami masih memiliki satu tujuan lagi malam ini, yaitu menikmati Durian. Belum puas rasanya menikmati Belitung jika tidak mencicipi Durian asal Tanjung Binga. Durian pada siang hari dapat dibeli disepanjang jalan menuju Tanjung Binga, banyak kios kecil depan rumah penduduk atau kebun yang menjajakannya. Kalau malam hari Durian dapat dibeli dijalan-jalan kota Tanjung Pandan.

Makan Durian di Tanjung Pandan

Makan Durian di Tanjung Pandan

Tidak lama kemudian kami tiba di sebuah trotoar yang dipenuhi oleh puluhan pedagang Durian. Durian yang dijajakan umumnya tidak sebesar Durian bangkok, harganya berkisar Rp.25.000,- hingga Rp. 50.000,- per butir. Sambil duduk dipinggir jalan, kami menikmati 4 buah durian dalam waktu kurang dari satu jam.

Day 3

Last day di Belitung, kami nikmati di hotel sampai waktunya checkout. Dimulai dengan breakfast, dilanjutkan dengan sepanjang pagi sampai siang di kolam renang. Putri kami (Kyra) hepi sekali. Beda dengan tahun lalu sewaktu kami liburan di Bali, tahun ini ketika dibangunkan pagi hari, dia langsung semangat bangun, main pasir dipantai dan ke kolam renang mungkin sudah dibenaknya.

Kolam renang The Villa of Lor In

Kolam renang The Villa of Lor In

Jam 12 kami checkout, sebelum ke bandara kami sempat mampir ke resto sea food untuk makan siang. Berakhir sudah liburan kami sekeluarga di Belitung. Ketika ditanya Kyra seneng nggak liburan di Belitung, jawabnya: “I was so exciting …” :D

Tips

  1. Jangan lupa untuk membawa lotion tabir surya mengingat objek wisata disana adalah pantai dan daerah terbuka lainnya.
  2. Jika berlibur dengan balita atau anak2, jangan lupa membawa camilan dan makanan ringan yang disukai anak2, tujuan wisata seperti Tanjung Tinggi atau Membalong tidak memiliki toko swalayan dan jauh dari kota.
  3. Siapkan lotion anti nyamuk, karena sebagian besar kegiatan dilakukan di pantai atau ourdoor.
  4. Membawa obat anti alergi atau Norit untuk yang alergi terhadap seafood atau hidangan laut.
  5. Jika berlibur bersama (4-6 orang) maka biaya sewa mobil akan efektif, begitu juga dengan makanan, karena beberapa warung makan/resto mengharuskan kita memesan seafood dalam jumlah tertentu, mis: kepiting atau udang 1/2 kg atau 1 kg.
  6. Jika ingin menginap di hotel yang jauh dari keramaian atau pinggiran kota bisa memilih lokasi hotel di sekitar Tanjung Tinggi atau Tanjung Binga (sekitar 30km dari Tanjung pandan)


written by:

The pictures contained on this site are our copyrighted property or the copyrighted property of our licensors or licensees, and subsidiaries for your and others’ personal, non-commercial enjoyment. Read our Copyright Notice


Add Comment using Login Providers

Comments

2 Responses to “Weekend di Belitung”
  1. 4 buah durian dalam waktu kurang dari satu jam??? mantapp :)

  2. asw says:

    http://www.exoticbeachindonesia.com bs melihat pemandangan yg di ambil dr atas bukit batu baginde

Send author a message

 

Top 10 New Destinations

Twitter update

WordPress Themes