Cerita Agil di Sabang, Pulau Weh

0
91

Sabang, Pulau Weh. Jika ingin berkunjung ke pulau paling ujung Barat di Nusantara ini, salah satu waktu terbaik adalah di bulan November hingga Januari, karena memasuki musim angin Timur sehingga kondisi laut akan sangat bersahabat.



Pemberlakuan peraturan perjalanan ke Sabang selama masa pandemi pun telah dicabut sejak tanggal 1 Desember dengan pertimbangan agar dapat merangsang kembali geliat ekonomi yang datang dari sektor pariwisata.

Sebelumnya, hanya pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sabang saja yang boleh bebas datang dan pergi ke pulau itu. Sementara untuk pendatang, diwajibkan menyertakan surat keterangan sehat dan bukti rapid test agar bisa masuk ke Sabang.

Setelah dicabut pemberlakuan itu, kunjungan wisata ke Sabang dirasakan berangsur mulai berdenyut, khususnya saat akhir pekan. Gold sunset di teluk Sabang, salah satu spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam di balik gunung dan pulau Rubiah.

Beruntung bisa menikmati Gold Sunset.

On board menuju Sabang dengan kapal jenis katamaran MV. Putri Anggreini, tarif Rp. 80.000/pax untuk Banda Aceh-Sabang atau sebaliknya. MV.Putri Anggreini sebuah kapal baru yang nyaman dan instagramable, beroperasi melayani pelayaran Banda Aceh, Sabang dan Pulau Nasi.

Pilihan akomodasi.

Kami menginap di Casa Nemo Beach Resort & Spa. Selain nyaman dan bersih, tempat ini selama masa pandemik ini banyak promosi potongan harga hingga mencapai 50% pada weekdays dan 30% pada weekend.

Untuk akhir pekan hanya dengan merogoh kantong sekitar Rp.380.000 per malam kita sudah dapat menikmati private and comfy bungalow dengan pemandangan laut Andaman.

Di Pulau Iboih & pulau Rubiah

Waktu tempuh sekitar 30 menit dari kota sabang. Sampai di Iboih kami sewa kapal tradisional dengan harga Rp.100.000 untuk antar jemput ke pulau Rubiah, atau kapal cepat (speed boat) Rp.250.000 untuk antar jemput 12 orang.

Hanya 5 menit saja menyeberang ke pulau Rubiah, yang jaraknya hanya 700 meter dari pantai Iboih. Di pulau Rubiah kami bisa snorkeling sambil memberi makan ikan.

Penulis: Agil Samal



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.