Meet the Gentle Giant at Kwatisore – Papua

0
4114

Saat kita mendengar PAPUA, terlintas dipikiran kita mengenai pulau yang indah dan eksotis baik alam darat maupun bawah airnya. Dan bila kita ditanya, dimana tempat menyelam yang paling bagus di Papua, hampir dipastikan orang-orang pasti menjawab Raja Ampat. Ya memang demikianlah dari sedemikian luas wilayah Papua, Raja Ampat lah yang paling terkenal dan sudah mulai dikunjungi wisatawan secara rutin.

Selain Raja Ampat, Teluk Cendrawasih juga menyimpan keindahan bawah laut yang menawan ditambah lokasinya yang terletak bersentuhan langsung dengan Samudra Pasifik yang maha luas itu. Saya bersama Komunitas Alumni Belajardiving.com menyempatkan diri untuk berkunjung dan menyelami areal ini pada bulan Juli 2012 lalu, membawa serta suami dan putra saya Kynan yang berumur 12 tahun.

7 hours flight, a week live on board

Perjalanan kami ke Teluk Cendrawasih dimulai dari kota Manokwari. Penerbangan ke kota Manokwari bisa diakses dari Jakarta, Makassar, Sorong, dan Surabaya. Pukul 00.45 penerbangan kami ke Manokwari dimulai dari Jakarta, Makasar, Sorong dan tiba di Manokwari pada pukul 10 pagi waktu setempat, mitra kami Grand Komodo sudah menjemput kami di Airport Rendani.

Perjalanan dari airport ke pantai tempat dimana Kapal Temukira berada relatif singkat, tak sampai setengah jam kami sudah berada dipantai dan langsung cek in ke Kapal Temukira. Acara hari itu pun langsung dilanjutkan dengan menyelam di kapal Shinwa Maru yang merupakan kapal Jepang yang tenggelam dikedalaman 16-35 meter.

Shinwamaru Shipwreck di Manokwari
Shinwamaru Shipwreck di Manokwari

Setelah penyelaman di Shinwa maru, kapal pun angkat sauh bertolak singgah menuju ke Kepulauan Auri sebelum tujuan kami yaitu Kwatisore – Nabire untuk tujuan utama kami yaitu petualangan bersama whaleshark / hiu paus.

Sedikit informasi, nama Desa Kwatisore memang cukup terbilang unik, diambil dari kata “Khawatir Sore”. Dinamakan demikian karena setiap sore desa ini selalu diguyur hujan, sekalipun pada musim kemarau.

Bermain dengan Hiu Paus

Saat memasuki kawasan Wororomi (Kwatisore), pulau-pulau berpasir putih seperti di Kepulauan Auri sudah tidak nampak lagi. Yang ada hanya beberapa Bagan milik nelayan tersebar di hamparan laut biru. Bagan itu adalah kapal penangkap ikan yang terdiri dari kapal motor dipasangi tiang pancang berupa bambu mengelilingi kapal tersebut. Uniknya di bawah bagan-bagan mereka kerap dikunjungi oleh whale shark (hiu paus) yang menghuni di daerah perairan tersebut. Sebagian besar penduduk di sana menganggap bahwa Whale shark ini adalah dewa. Ini juga yang mendorong mereka untuk berinisiatif memberinya makan berupa ikan puri (ikan ikan kecil) sehingga hiu paus menjadi betah di areal tersebut dan mengundang perhatian penyelam dari seluruh dunia.

Whale shark _ Hiu Paus di Kwatisore - Papua
Whale Shark / Hiu Paus di Kwatisore – Papua
Narsis bersama Whale Shark
Narsis bersama Whale Shark

Penyelaman untuk bertemu whale shark dengan cara menyelam di bawah bagan nelayan, pada kisaran 10 meter saja kita sudah bisa melihat ikan terbesar yang ada di dunia ini. Di area bagan ini whaleshark umumnya datang dari tengah lautan dan seperti sudah terbiasa, mereka langsung menghampiri bagan, dan nelayan disana sudah terbiasa untuk memberikan mereka makanan. Meskipun dikelilingi oleh para penyelam yang begitu terpana melihat salah satu binatang maha besar, whale shark atau hiu paus ini tidak terlihat risih apalagi takut dengan kehadiran para penyelam.

Berbagai pose whale shark dan wisata bawah laut berhasil direkam oleh para pecinta fotografi bawah air yang sangat antusias menyelam di bagan ini. Hal ini dimudahkan karena hiu paus tersebut sangatlah jinak dan memiliki pola pergerakan yang berulang dan mudah diterka.

Sebagian besar penduduk di sana menganggap bahwa Whale shark ini adalah dewa.
Sebagian besar penduduk di sana menganggap bahwa Whale shark ini adalah dewa.

Whale shark Whale shark

gg7  gg6

gg8  gg9

Di akhir acara, sambil menunggu berakhirnya no-flight-time, kami menyempatkan diri untuk berkunjung ke pulau Mansinam, dimana disana terdapat beberapa peninggalan bersejarah menggenang masuknya agama Nasrani oleh Misionaris eropa di abad ke-19. Perjalanan ke Pulau Mansinam relatif dekat, pengunjung bisa menyewa speedboat dari Mansinam Beach Resort yang hanya berjarak tempuh 15 menit saja.

Pulau Mansinam - Manokwari
Pulau Mansinam – Manokwari

Memperkenalkan Diving ke Anak sejak dini

Sedikit info, mungkin belum banyak yang tahu kalau tidak semua orang bisa melakukan diving. Semuanya harus melalui pelatihan khusus, dan kita harus mendapatkan sertifikat resmi kelulusan untuk diving. Tempat kursus belajar diving di Jakarta ada di daerah Bangka – Jakarta Selatan, namanya Dive Master Indonesia atau kunjungi website Belajar Diving untuk yang ingin tahu lebih detail tentang diving.

Sebenarnya di Indonesia masih sangat jarang yang tahu kalau anak-anak bisa diving. Tempat kursus diving mensyaratkan usia minimal 10 tahun. Sejak kecil saya sudah mengajak Kynan, saat saya turun menyelam, Kynan biasanya menunggu di kapal sambil bermain-main dengan awak kapal. That’s why saya tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengadaptasi Kynan dengan suasana di tengah laut ataupun di kapal.

Kynan Diving
Kynan Diving

Beberapa lokasi diving buat permulaan bisa mencoba ke Bali, disana ada Tulamben, Menjangan dan Amed yang memiliki arus yang tenang dan cocok untuk para pemula. Selain itu Manado dan Raja Ampat juga bisa dimasukan dalam alternatif pilihan.

Kynan Diving Certificate
Kynan Diving Certificate

Courtesy photo & inspiring story by: Kaufik Anril (Petualangan Whale Shark Di Cendrawasih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.