Penang gak cuma rumah sakit, ada tempat yang bikin terharu

0
3909

Hi, saya Fifi

Saya mau bagi cerita waktu liburan di penang ni. Saya pergi berdua aja sama teman dan kami berencana backpacker. Tujuan kami ke pulau Feringghi.

Dari airport untuk menuju ke sana kami menggunakan bus yang hanya seharga RM 2 kalau tidak salah. Jauh lebih murah dibandingkan taksi yang harganya bisa 10x lipat. Jauh hari sebelumnya saya suda book EQ hotel, murah dan strategis. Dari hotel ke pantai tinggal jalan kaki gak sampai 5 menit. Hari pertama kami nikmatin suasana pantai. Banyak juga permainan pantai d sana. Bisa murah tergantung gimana kalian nego sama ownernya.

Penang Penang Penang

Sore hari kami keliling lokasi. Banyak banget tempat makan yang menggoda. Sayang perutnya gak muat, haha. Kalau malam juga ada sejenis pasar malam, buka sampai jam 2 malam. Barang-barang yang tersedia beraneka ragam.

Feringghi Coffee Garden, best banget!

Keesokan paginya kami breakfast dengan bermodalkan jalan kaki di satu tempat yang bikin saya meneteskan air mata. Ini gak tau kebawa suasana atau gimana, tapi lagi ngobrol sama temen tiba-tiba aja dia kaget karena saya gak konsen dan netes. Hahahha… Namanya tu Feringghi Coffee Garden, di sana best banget!

feringghi coffee garden feringghi coffee garden feringghi coffee garden feringghi coffee garden

  1. Suasana mendukung banget. Sejuk di tambah alunan musik jazz yang tenang. Saya benar-benar menikmatinya.
  2. Makanan di sana lebih ke western. Ssoal makanannya bisa dibilang standart
  3. Gak salah namanya coffee garden karena kopinya wajib dicoba.
  4. Pelayanan yang super duper ramah, sampai kami ngobrol sama barista dan waitress di sana yang ternyata orang Indonesia juga. Waw! Nambah temen baru.

Perjalanan dilanjutkan ke butterfly farm

Untuk ke sana kami naik bus sekitar 30menit. Turun pas di depan butterfly farm. Ticket masuk kalau tidak salah ingat senilai Rp. 50.000,-

Di dalam banyak sekali kupu-kupu unik yang belum pernah saya lihat sebelumnya, berjalan di dalam seperti di surga. Tapi walaupun namanya butterfly farm, banyak juga binatang lain, seperti scorpion, kodok daun, fosil serangga, kelabang, ikan, iguana, banyak dhe.

Nah selesai keliling di sana nunggu bus gak ada yang lewat lewat ni. Kebetulan ada warga sekitar yang bersedia memberikan tumpangan sampai halte terdekat dengan harga RM 6 untuk total 6 orang, karena kami bertemu sesama orang medan yang juga menunggu bus di sana. Dan berlanjut kami naik bus pulang ke penginapan.

butterfly farm butterfly farm butterfly farm

Pengen banget balik ke Feringghi Coffee Garden malam ini, tapi waktu kami sedikit sehingga ditunda untuk trip selanjutnya.

Setelah itu kami naik bus menuju Guerney

Tapi karena memang tujuan utama kami adalah Feringghi, di sini kami baru berencana mencari apartment terdekat. Namun karena lelah berjalan, kami istirahat di sebuah food court pinggir jalan. Makanan khasnya adalah lok lok. It’s fun! Haha..

Penang Penang

Setelah beristirahat kami lanjut ke George Town. Di sana berhenti membeli coklat tentunya. Tidak boleh ketinggalan untuk cemilan satu ini. Kami lanjut lagi ke Penang Road, dan menginap di Mandarin Hotel. Selesai check in, hari sudah malam kami keliling mencari makanan di sekitar hotel dan memutuskan untuk makan di sebuah kawasan yang namanya saya lupa. Tapi letaknya persis di belakang Mandarin Hotel. Di sana kami menikmati makanan khas Penang: Kwetiaw Penang dan Bak Kut Teh. Waw, so delecious. Recommended dhe.

Penang Penang

Masih belum puas jalan, kami berkeliling kota dan menemukan sebuah mini pub. Di sana banyak yang bermain billiar, tapi yang sangat kami sukai adalah live music! Dengan bonus nyanyian mereka yang terbilang ok.
Berhubung hari sudah terlalu malam, kami kembali ke hotel dan menentukan tujuan esok hari ke Vihara Buddha Tidur.

Ke Vihara Buddha Tidur

Tentunya masih menggunakan bus, kami akhirnya sampai di sana. Kesan pertama, tradisi Buddha sangat kental. Dan yang paling unik selain patung Buddha tidur adalah, di belakang patung buddha yang tingginya mencapai 4 meter itu, terdapat pakaian Buddha setiap negara yang baru saya ketahui ternyata berbeda beda.

vihara buddha tidur vihara buddha tidur vihara buddha tidur

Setelah puas, kami menikmati es krim di depan kuil. Dilanjutkan menikmati sturbucks di sebuah mall sambil menunggu pulang – menggunakan bis menuju airport. Perjalanan yang tak akan terlupakan. Hemat dan berkesan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.