Petualanan ke Rinjani, Lombok

3
6670

Liburan kali ini (28 sampai dengan 31 Agustus 2012) kami sekeluarga menikmati keindahan Rinjani (Lombok). Supaya gampang, kami menggunakan jasa travel yang akan menjemput rombongan kami di Lombok lalu mengantar ke lokasi awal perjalanan untuk naik ke Rinjani. Travel juga sudah menyiapkan tenaga porter untuk mengangkat barang bawaan, tenda, sleeping bag dan kebutuhan masak untuk kami semua. Jadi, kami tinggal bahwa badan sama cemilan aja.

Hari 1: Berangkat Bersama rombongan

Berangkat dari Jakarta pagi naik Garuda bersama rombongan yang terdiri dari kami sekeluarga, satu keluarga teman (Rudi)  yang punya 3 anak perempuan (umur 9, 4 dan 2,5 tahun) dan satu orang teman lain. Jadi total 10 orang (5 dewasa dan 5 anak)

Sesampai di Lombok, kita dijemput mobil travel yang langsung bawa kami semua ke hotel Lembah Rinjani yang terletak di kaki gunung Rinjani. Di sini, kami tambah satu orang teman lagi dari Malaysia. Di penginapan, kami makan malam sambil membicarakan rencana keberangkatan esok pagi dengan koordinator porter. Setelah itu, kami langsung istirahat.

Hari 2: Sampai di pos layak inap terakhir

Bangun pagi kami langsung bersiap-siap dan bergegas menuju sarapan.

Selesai sarapan, para porter yang berjumlah 10 orang mulai bagi tugas. Ada yang bawa ransel, ada yang bawa bahan makanan dan bawa peralatan tenda. Khusus untuk keluarga Rudi, ada 1 porter yang ditugaskan untuk menggendong anak usia 4 tahun. Sedangkan yang umur 2,5 tahun digendong sendiri oleh bapaknya yang perkasa.

Kira-kira jam 8, kami jalan dari Sembalun dengan tujuan ke Pelawangan.  Perjalanan terasa agak panjang karena kami cuma melewati savana yang pemandangannya itu-itu aja. Panas banget. Sampai di tiap pos, kami istirahat sebentar untuk menghilangkan pegal, berhubung jalanan relatif menanjak terus sejak awal.

Begitu sampai di pos 2 (kira-kira jam 13.00) kami langsung mendapat makan siang dari para porter. Wah, lagi laper gini rasanya jadi enaaaak banget.

Selesai makan dan kira-kira istirahat 1 jam, kami mulai jalan kembali menuju Pelawangan.

Kira-kira jam 15.00, kami sampai di Padabalong yang adalah pos layak inap terakhir sebelum sampai di Pelawangan. Disebut layak inap karena di sini tempat terakhir yang menyediakan sumber air.

Karena pertimbangan jalan ke Pelawangan bisa memakan waktu 4-5 jam (dengan ritme santai yang kita jalanin), maka di sini kami mengubah rencana untuk menunda perjalanan ke Pelawangan. Takutnya anak-anak dan para orang tua kecapekan di tengah jalan. Dan kalau itu sampai terjadi, kami tidak mungkin bisa berhenti karena tidak ada sumber air.

Jadilah kami menginap di Padabalong.

Hari 3: Mencapai Danau Segara

Setelah cukup istirahat semalam dan selesai sarapan, kami mulai melanjutkan perjalanan dengan tujuan ke Pelawangan. Mulai jalan kira-kira jam 8 pagi dan akhirnya sampai di Pelawangan sekitar jam 13.00. Di sini, kami istirahat dan makan siang.

Selesai makan siang (tanpa buang waktu) kami jalan lagi dengan tujuan Danau Segara Anak. Semua rombongan semangat karena kali ini jalanannya bakal menurun terus. Sepanjang jalan kami banyak ketemu turis asing. Cukup kasihan liat mereka harus naik tanjakan yang kadang cukup ekstrim.

Kira-kira jam 16.00, kami sampai di Segara Anak. Tadinya anak-anak mau berenang dan main air, tapi karena sudah sore dan dingin (disamping banyak terdapat orang mancing) akhirnya anak-anak hanya dapat bermain dan berendam di kolam air hangat yang letaknya deket dari perkemahan.

Malamnya (setelah makan malam) rombongan kembali berdiskusi. Kali ini kami harus memutuskan apa mau kembali pulang lewat jalan yang kemarin (ke Sembalun) atau mau lewat Senaru. Tapi para porter menyarankan kita untuk lewat Sembalun karena jalan Senaru terdapat banyak akar pohon dan cukup menguatirkan untuk anak-anak.

Waaak, kebayang harus naik lewat tanjakan ekstrim yang tadi kita turunin.

Hari 4: Jalanan turun, kami bisa agak lancar

Pagi setelah sarapan, kami mulai berbenah sekalian menata hati untuk mulai berjalan menanjak kembali. Sekitar jam 7.30 kita mulai bergerak.

Untungnya, walaupun terasa cukup berat karena sudah 3 hari jalan terus, kami masih bisa saling nyemangatin dan akhirnya sekitar jam 12.00 kita sampai di Pelawangan dan makan siang di sini.

Setelah istirahat kira2 1 jam, kami mulai jalan dan turun terus menuju ke Pos 1. Untuk mengejar waktu, kami juga minta disiapkan ojeg di tempat yang memungkinkan untuk membawa rombongan ke jalanan tempat mobil jemput.

Karena jalanan turun terus, kami bisa jalan agak lancar (sedikit istirahat). Dan setelah jalan kira2 5 jam kami sampai dititik penjemputan ojeg dan langsung menuju mobil untuk ambil barang lalu pisah untuk melanjutkan liburan masing-masing.

3 COMMENTS

  1. Salut untuk anak-anaknya. Ngk kebayang panasnya lewat Sembalun. 20 th lalu saya 2kali ke Rinjani lewat Senaru dan Torean, yang pemandangannya memang lebih bagus tapi trek & tanjakannya sulit bagi anak-anak.

  2. Waaahhh, saya baru mikir untuk ajak anak2 saya (11 dan 7 tahun), naik gunung.
    Boleh bagi tips, kira2 apa yang musti disiapkan untuk kami yang baru mau pertama kali ajak anak-anak libur sekaligus adventure naik gunung ini?
    Jadi kita bisa siap fisik dan mental.

    makasih sebelumnya :)

  3. anak2 senang dengan segala sesuatu yang bersifat spontaneity. mungkin karen sudah jenuh dengan suasana kota yang tidak lain dipenuhi oleh kegiatan indoor (baca:mall)
    saran saya, don’t worry too much about children. you’d be surprised! yang pasti siapkan baju berlapis, karen a it gets quite cold!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.