Tips Perjalanan bersama anak usia 0 sampai 12 bulan

0
22399

Pertama kali ajak anak pergi libur panjang di akhir pekan (long weekend) tanpa nanny saat usianya masih beberapa bulan, rasanya gugup berat. Padahal tujuannya lumayan dekat yaitu Bandung dan perginya hanya dua hari. Tentunya barang yang dibawa serba berlebihan: Bekal pampers cukup untuk setok dua minggu dan baju ganti minimal sepuluh set. Mungkin memang begitu kalau bawa anak pertama usia 4 bulan bepergian, perasaan “you never know, oh no what if..” jadi sangat kuat.

Day 1: Persiapan dan Perjalanan

Anyways, walaupun bakal repot, hal yang paling penting adalah quality time dan bonding time dengan my baby boy Liron dan suami. Kapan lagi bisa 2×24 jam non-stop ngumpul bertiga? Setelah menyiapkan car seat Maxicosi dan beberapa mainan favorit Liron di dalam mobil, dan setelah menyusui, kami berangkat pagi hari. Kebetulan Liron lumayan lama tidur pagi dibanding tidur siang, jadi selama perjalanan tol dia terlelap di car seat. Pada saat bangun, kami sudah mendekati hotel di Lembang.

Check in hotel
Berhubung perjalanan Bandung ini dalam rangka acara keluarga, jadi penginapan sudah diatur oleh saudara. Sebelum check in seharusnya kami periksa dulu, apa tersedia fasilitas baby cot, baby bath basin dan lain sebagainya, but we simply forgot! Ini menjadi suatu pelajaran untuk bepergian lain kalinya. Hotel Bilique sepintas mirip dengan hotel minimalis yang rapih, tetapi kenyataanya, kamar dan kamar mandi kurang bersih. Air panas pun minimal sekali, as in ‘dijatahin’ jamnya ada air panas.

Liron yang selama ini kami tenteng di Maxicosi mulai merasa gerah, jadi sudah waktunya untuk menyusui dan bergerak lepas. Secara Liron belum bisa merangkak, kami bawa semacam playmat yang bisa dilipat. Lebih aman lagi adalah playpen untuk traveling, khusus untuk bayi yang baru bisa duduk atau bayi aktif.

Ambilah waktu yang cukup supaya si kecil bisa agak terbiasa dengan ruangan baru. Jangan tergesa-gesa bawa barang ke kamar dan langsung lanjut. Yang juga membantu si kecil untuk merasa nyaman dan tenang adalah menempatkan beberapa barang dari tempat tidur atau tempat mainnya di hotel, sehingga ada beberapa hal yang familiar (therefore soothing) di lingkungan yang baru.

 

Tips:

  1. Setelah check in, pastikan perlengkapan si kecil diatur supaya tidak ribet dan tidak stress kalau balik ke kamar setelah jalan-jalan. Stok ASI disimpan di kulkas, siapkan pemanas botol, pampers within reach, baby bathing chair berada di kamar mandi, selimut favorit atau boneka favorit sudah ditata di baby cot.
  2. Car seat yang bisa dikombinasi dengan stroller paling ideal untuk perjalanan dengan baby. Yang paling nyaman, mudah dipakai plus disimpan dan awet adalah kombinasi Maxicosi car seat (sampai umur 18 bulan) dengan Quinny Zapp stroller (bisa dipakai sampai umur 4 tahun).

 

Day 2: Jalan-Jalan

Pasang Maxicosi di atas Quinny Zapp, and voila, kami siap menjelajah Bandung dan Lembang. Jika perjalanan dengan stroller tidak memungkinkan, siap-siap gendong si kecil dengan kain atau baby carrier. Sewaktu hamil anak pertama, teman saya memberikan carrier Babybjorn dari jaman anaknya masih bayi. Beberapa tahun kemudian si Babybjorn sempat menggendong kedua anak saya tanpa sekalipun rusak atau melar.

Karena jalanan di sekitar lembah dan horse stables tidak mendukung stroller, Liron digendong dengan carrier. Kami menghindari planning untuk hari itu, just play it be ear aja dan liat kebutuhan dan mood si kecil seperti apa. Tujuan kami memang jalan-jalan menghirup udara segar dan lihat kuda di daerah pergunungan dan dua hal itu tercapai dalam satu hari.

Sore hari kami ke acara keluarga dekat hotel. Liron terlihat sudah sangat lelah dari banyaknya penyerapan informasi baru pada hari itu. Biasanya giliran pertama jatuh ke saya untuk kelonin dan nyusuin si kecil sambil menunggu suami makan dan socialize. Setelah Liron pulas, it is my turn!

 

Tips

  1. Pastikan parkir mobil tidak terlalu jauh dari tempat wisata, untuk berjaga-jaga kalau tidak ada tempat yang nyaman dan bersih untuk menyusui atau ganti pampers.
  2. Pashminas sangat berguna untuk menutupi pada saat menyusui, sekaligus sebagai tatakan di atas tempat si kecil ganti pampers atau main. Pashmina tentunya bisa dipakai sebagai selimut juga. Benar-benar aksesori yang multifungsi.

 

 Did he enjoy?

“Kenapa ajak anak pergi umur segitu? Bakal ngga inget juga, dan kasian dia capek keluar masuk stroller dan tempat, banyak orang dan keramean, belum tentu tempat bersih nanti dia malah sakit” etc etc etc..

Memang banyak yang perlu dipikirin pada saat mau ajak bayi pergi. Tetapi pada intinya, sebagai orang tua, kita dulu yang harus nyaman dan pede untuk ajak si kecil pergi. Apakah Liron benar-benar menikmati atau sadar tentang sekelilingnya yang baru? Memang dia tidak ingat. Ini perjalanan paling pertamanya di usia 4 bulan, tetapi dari pengalaman itu kami jadi makin nyaman untuk ajak Liron (dan setelah itu adiknya) pergi ke tempat yang makin jauh, dan sekarang mereka bisa dibilang menjadi suka traveling dan gampang adaptasi dengan makanan baru, perbedaan cuaca dan suasana yang tidak familiar.

Bacaan tambahan tentang persiapan traveling with babies bisa dilihat di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.