Bosan Suasana Perkotaan? Coba ‘Ngampung’ di Cipulir

0
4567

Terkadang bosan juga bawa anak-anak main di suasana perkotaan. Sesekali hati ini ingin juga mengajak mereka ke tempat-tempat yang lebih menantang. Tapi biasanya, terbentur dengan lokasi yang biasanya di luar kota. Belum apa-apa sudah terbayang macetnya. Jadi males, deh.

Nah, liburan kali ini diawali dengan tercetusnya keinginan Malicca untuk bermain perahu dayung. Tapi, harus tetap di dalam kota karena kami tidak ingin terjebak di dalam kemacetan luar kota yang dikarenakan libur Lebaran. Setelah browsing kiri-kanan, atas-bawah, akhirnya kami menemukan Kampung Main Cipulir yang kebetulan letaknya tidak jauh dari rumah.

Dengan berbekal peta (padahal sih enggak susah-susah amat menemukannya), akhirnya kami sampai di Kampung Main Cipulir. Buat yang ingin membawa anak bermain di suasana kampung, Kampung Main Cipulir ini bisa jadi pilihan tepat buat ‘ngampung’. Masuknya saja kita harus melalui perkampungan yang menjual berbagai macam makanan kecil dan minuman, baru kemudian kita sampai ke gerbang masuk. Hanya perlu membayar Rp. 5.000,- untuk masuk ke Kampung Main ini. Penjualan tiket berada di depan. Arenanya tidak begitu luas, tapi kontur tanahnya lumayan bisa bikin kaki pegal kalau harus jalan berkeliling. Untuk bisa menikmati wahana-wahana permainan, kita harus membayar lagi dan jumlahnya berbeda-beda untuk setiap permainan.

Perahu Kayuh Tangan dan Kayuh Dayung

Seperti tujuan awal, kami langsung mencari perahu dayung. Ternyata di sini ada dua wahana perahu. Yang pertama adalah Perahu Kayuh Tangan seharga Rp. 15.000 dan yang kedua adalah Perahu Kayuh Dayung seharga Rp. 5.000. Karena Malicca ingin mendayung, maka diputuskan untuk memilih yang ke dua.

Aku agak terkejut waktu membeli tiket dayung, karena mbaknya tanya
“Sudah lihat perahunya, Bu?”
Dengan sok tahu, aku jawab “Sudah.”

Tapi ternyata yang sudah kita lihat itu adalah perahu kayuh tangan. Terbuat dari perahu fiber berukuran untuk dua orang dewasa, dengan empat roda air yang harus dikayuh dengan tangan untuk menyusuri sungai. Sedangkan untuk perahu dayung, ternyata terbuat dari rangkaian jerigen kosong dengan rangka besi dan papan kayu untuk duduk di atasnya. Wow, menantang sekali!  Malicca takut-takut pada awalnya. Tapi, ternyata jadi ketagihan bermain dengan perahu dayungnya (aku sih lebih suka menyebutnya rakit, daripada perahu hehehe).

Selain permainan mengarungi sungai, juga ada wahanan air kolam seperti di waterbom seharga Rp. 25.000.  Tapi tentu saja dengan skala kolam renang yang lebih kecil ya. Jadi kurang enak memang kalau kebetulan pengunjung sedang padat seperti hari itu.

Flying Fox dan Wahana Outbond anak

Malicca setelah selesai mengarungi sungai memutuskan untuk menikmati flying fox. Ini pengalaman pertama untuknya. Awalnya sih takut. Tapi sepertinya pengalaman mendayung di air cukup memberi keberanian ekstra untuk mencicipi pengalaman terbang dari pohon setinggi 25 meter. Untuk menikmati wahana ini, kita diharuskan membayar Rp. 15.000.

Setelah flying fox, Malicca memasuki wahana Outbond anak. Di sini semua anak dipaksa untuk bertelanjang kaki dan memanjat bebas di jalinan tali, balok bersusun, terowongan dari ban mobil, berayun a la Tarzan dan yang terakhir adalah memasuki labirin yang berbataskan pagar pepohonan. Untuk menikmati wahana ini, hanya butuh Rp. 10.000 saja dan anak-anak tampak senang meski harus mencuci kaki, tangan dan berganti baju sesudahnya.

Selain ketiga permainan ini, juga ada permainan lain yang tidak sempat kami nikmati. Misalnya saja seperti motor ATV Rp. 15.000), berkuda, paint ball, water ball dan permainan-permainan yang menggunakan koin yang sering kita jumpai di hypermarket atau mal-mal Jakarta.

Lebih Cocok untuk usia 5 sampai 12 tahun

Buat yang mau main ke sini, tempatnya seru kok kalau memang tujuannya memang ingin ‘ngampung’. Hanya saja wahana-wahananya tidak cocok untuk balita, tapi lebih cocok ke anak-anak usia 5 sampai 12 tahun. Jangan lupa bawa pakaian ganti, tissue basah, dan enaknya sih pakai sandal jepit saja untuk mempermudah permainan. Buat yang mau duduk-duduk, jangan lupa pesan tikar dan saung yang paling nyaman. Di sini juga ada restoran, tapi sayangnya kami tidak sempat mencicipinya.

Kampung Main Cipulir
Jl. Masjid Cidodol Gang Haji Sairi No. 1A
Grogol Selatan – Kebayoran Lama
Jakarta Selatan
Telp: (021) 7202868
More info: kampungmaincipulir.com

 

Climbing Up

25 Meters Height

Giddy Up

Paddling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.